Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
-
Amlapura
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebelum kasus pembunuhan Aiptu Komang Alit Srinata dan 3 anggota keluarganya terkuak karena diracun seorang dukun, warga setempat sempat menghubungkannya dengan 'cetik'. Bagi masyarakat Bali, kata cetik berkonotasi mengerikan dan sangat negatif, seperti halnya santet. Kini misteri itu terkuak. Cetik itu dipastikan racun Potasium.
Bila menyebut kata 'cetik' di Bali, maka orang akan langsung membayangkan hal-hal negatif sekaligus mengerikan. Cetik itu selalu identik dengan sifat menyakiti sesama dengan mengunakan ilmu hitam atau black magic.
Nah, ketika jenazah Aiptu Alit Srinata dan 3 keluarganya ditemukan tewas di rumahnya, warga sekitar langsung mengkaitkannya dengan kata cetik. Dugaan yang belakangan terbukti ngawur ini berasal dari kondisi tubuh para korban yang nihil kekerasan fisik dan sebelumnya sempat dikunjungi balian atau dukun.
Namun semua praduga ini kini berakhir. Dari hasil otopsi dan uji labforensik, cetik yang mengerikan itu sudah diketahui jenisnya yakni berupa racun potasium.Tersangka yang dukun atau tabib ini meracun para korban dengan Potasium atau portas yang biasa untuk meracun ikan, jelas Kapolres Karangasem AKBP Istiyono kepada wartawan hari ini. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan