Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
-
Amlapura
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebelum kasus pembunuhan Aiptu Komang Alit Srinata dan 3 anggota keluarganya terkuak karena diracun seorang dukun, warga setempat sempat menghubungkannya dengan 'cetik'. Bagi masyarakat Bali, kata cetik berkonotasi mengerikan dan sangat negatif, seperti halnya santet. Kini misteri itu terkuak. Cetik itu dipastikan racun Potasium.
Bila menyebut kata 'cetik' di Bali, maka orang akan langsung membayangkan hal-hal negatif sekaligus mengerikan. Cetik itu selalu identik dengan sifat menyakiti sesama dengan mengunakan ilmu hitam atau black magic.
Nah, ketika jenazah Aiptu Alit Srinata dan 3 keluarganya ditemukan tewas di rumahnya, warga sekitar langsung mengkaitkannya dengan kata cetik. Dugaan yang belakangan terbukti ngawur ini berasal dari kondisi tubuh para korban yang nihil kekerasan fisik dan sebelumnya sempat dikunjungi balian atau dukun.
Namun semua praduga ini kini berakhir. Dari hasil otopsi dan uji labforensik, cetik yang mengerikan itu sudah diketahui jenisnya yakni berupa racun potasium.Tersangka yang dukun atau tabib ini meracun para korban dengan Potasium atau portas yang biasa untuk meracun ikan, jelas Kapolres Karangasem AKBP Istiyono kepada wartawan hari ini. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan