Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
JK Datang, Bali Diteror Bom
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla ke Bali ternyata disambut dengan teror bom di Restoran Kak Man, Denpasar. Wapres hari ini, Minggu (17/2) dijadwalkan mengikuti dua kegiatan yakni, membuka Temu Saudagar Bali-Nusantara di Sanur, dan Temu Kader Golkar di sekretariat DPD I Golkar Bali.
Wartawan-wartawan yang semula fokus meliput acara JK, pun langsung berpencar menuju Teuku Umar begitu mendengar adanya bom di kawasan Teuku Umar. “Biar tidak ketinggalan gambar,” demikian Deddy salah seorang reproter TV lokal di Bali.
Sejumlah paspampres yang berjaga-jaga di Hotel Inna Grand Bali Beach pun langsung bersiaga satu begitu mendengar ada teror bom di seputaran Jalan Teuku Umar. Salah satu Paspampres yang berjaga pun kini mengeluhkan keamanan Bali yang sudah mulai mengendur.“Kalau begini, Kami (paspamres, red) juga jadi susah. Kami harus berjaga ekstra ketat lagi,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang anggota Sat. Reskrim Poltabes Denpasar yang ikut berjaga di hotel tersebut juga mengeluhkan hal yang serupa. “Kalau ada teror terus-terusan seperti ini, ya susah. Bisa-bisa pariwisata Bali anjlok seperti waktu bom kemarin,” ujarnya.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2325 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun