Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Salah Satu Preman Sembunyi di Plafon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polisi tidak ingin dikatakan tebang pilih dalam memberantas preman. Dua preman yang bertikai disapu bersih tanpa bersisa. Hanya DS dan Sunarya yang masih dikejar polisi.
Informasi menyebutkan, pada saat menggeledah rumah Wayan Sukarja alias Yande di Jalan Cokroaminoto Gang Bangau Denpasar, polisi sukses.
Yande, anak kandung MG ini, ditangkap langsung di rumah dan petugas menemukan 1 clurit dan 1 pedang. Menyusul penggerebekan lainnya, di rumah Wayan Sudirga alias Ketu di jalan Cokroaminoto Gang Bangau Denpasar.
Polisi tidak menemukan Ketu dirumah, karena keburu kabur sebelum polisi datang. Tapi polisi tidak kehilangan akal. Rumah Ketu lainnya, di Jalan Kusuma Bangsa VI No 4 Denpasar, diserbu. Adik kandung MS alias MG ini ditemukan bersembunyi di atas plafon rumah, saat polisi menyerbu masuk.
Polisi menyuruh Ketu menyerah, dan akhirnya Ketu turun dari atas plafon. Tanpa perlawanan, Ketu membimbing petugas ke bunker, tempat penyimpanan senjata. Di bunker, petugas menemukan paralon bom tradisonal, belar dan sangkur. Selain itu, pistol jenis FN 1 buah, pedang, senapan angin 1 buah. Plat nomor kendaraan roda dua 5 pasang, alat bong sabu, kamera poto, HP dan tas pinggang.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4562 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2364 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2019 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1629 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun