Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Buku Tamu Berisi Foto-foto Syur
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seperti diberitakan sebelumnya, webiste Dinas Pariwisata Gianyar sempat Kena Hack. Web yang beralamat di www.diparda.gianyarkab.go.id sempat menampilkan sebuah banner bertuliskan “tokoasmara.com†disertai gambar seorang pria sedang mencium leher wanita.
Setelah Rabu (5/3) pagi ini dibenahi pengelolanya, muncul kelemahan lain pada menu buku tamu yang dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mengisi berbagai macam informasi termasuk gambar-gambar seronok. Ari Kurniawan, pakar web dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang juga webmaster portal beritabali.com menyampaikan bahwa munculnya gambar-gambar pada buku
tamu karena pembuat program memperkenankan pengunjung mengisi form buku tamu dengan perintah-perintah html. "Form buku tamunya tidak diproteksi, pengunjung bisa mengisi script html, termasuk untuk menampilkan gambar-gambar, programmernya harus segera menutup kelemahan ini," ujar Ari Kurniawan.
Saat berita ini dionlinekan pada halaman lihat buku tamu muncul gambar pocong, dan selama belum diperbaiki akan muncul gambar macam-macam. Konfirmasi melalui email ke pengelola website gagal, muncul email balasan "admingianyar@gianyarkab.go.id mailbox is full: retry timeout exceeded"
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun