Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Warga Sesetan Gelar Omed-Omedan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sehari setelah Nyepi, warga Banjar (dusun) Kaja Sesetan menggelar tradisi Omed-Omedan atau ciuman massal antar pemuda banjar. Selain untuk menyambut hari raya Nyepi, tradisi ini juga berfungsi sebagai pemersatu warga banjar. Tradisi omed-omedan ini digelar di jalan raya Sesetan, tepat di depan balai banjar (dusun) Kaja Sesetan.
Tradisi tahunan ini diikuti oleh semua pemuda dan pemudi Banjar Kaja Sesetan. Dalam tradisi ini, para peserta dibagi dalam dua kelompok yakni kelompok pria dan kelompok wanita. Satu persatu para pemuda dan pemudi ini dipertemukan untuk kemudian berciuman di depan masyarakat umum
Beberapa petugas banjar kemudian menyiramkan air kepada pasangan yang tengah berciuman, terutama kepada pemuda yang tidak mau menghentikan ciumannya. Hal ini bertujuan untuk mendinginkan suasana hangat, yang sempat tercipta sesaat diantara pasangan yang sedang berciuman. “ Tidak ada perasaan apa-apa diantara kami, hanya menjalankan tradisi leluhur saja,” kata Ary, salah seorang peserta Omed-Omedan.
“Tradisi ini sudah dimulai sejak dimulainya penjajahan Belanda di Bali. Tradisi ini mulai dilakukan atas perintah Raja Sesetan waktu itu, Anak Agung Raka. Selain untuk merayakan Nyepi, Omed-Omedan juga telah berhasil menyembuhkan sakit Raja, yang sebelumnya susah untuk disembuhkan,” jelas Wayan Sunarya, Klian Banjar Kaja Sesetan.
Selain untuk meneruskan tradisi leluhur dan merayakan hari raya Nyepi, Omed-Omedan ini juga bertujuan untuk menyatukan warga banjar yang banyak merantau keluar daerah. “Lewat tradisi ini, warga yang merantau diharap tidak lupa akan kampung halamannya,” pungkas Sunarya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan