Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Suarmini Dicekik dan Ditendang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Buleleng, Jumat (14/3). Ketut Suarmini (24) warga Dusun Kayu Putih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak terpaksa melaporkan suaminya, Wayan Parta (30) lantaran telah dianiaya setelah menolak memberikan nafkah batin yang diminta sang suami.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief mengungkapkan, aksi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan pelaku Wayan Parta berawal saat meminta jatah nafkah batin kepada istrinya yang tengah tertidur pulas. Namun mendapat penolakan dari korban Suarmini, sehingga pelaku marah dan menghajar istrinya.
“Dari laporan korban Ketut Suarmini ke Mapolsektif Gerokgak, pelaku telah diamankan polisi dan penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, PPA Sat Reskrim Polres Buleleng,” ungkap Khaidar Latief. Sementara dari laporan di Polsektif Gerokgak menyebutkan, pelaku Wayan Parta, saat tengah malam pulang ke rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamar seraya membangunkan istrinya.
“Maksud saya meminta nafkah batin, tapi mendapat penolakan dari istri. Itu membuat saya marah,” ujar Parta di hadapan penyidik Unit PPA.Pelaku Wayan Parta mengakui aksi tersebut dilakukan secara spontan dengan memukul istrinya, namun tidak mengenai korban. Karena kemarahan yang memuncak, korban dikejar dan ditendang, kemudian dicekik hingga tidak berdaya.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2344 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan