Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Polisi Langsung Gelar Rekonstruksi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penangkapan pelaku pembunuhan di Dusun Kubu Madya, Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, Minggu (13/4) terhadap Munajat (16) tidak menemui hambatan yang berarti, bahkan Tim Gabungan Unit Reskrim Polsektif Sukasada bersama Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng langsung melakukan rekonstruksi pembunuhan tersebut.
"Setelah kita amakankan pelaku dengan barang bukti serta mengorek keterangannya, kita langsung lakukan rekontruksi pembunuhan itu di tkp untuk mengetahui secara jelas aksi yang dilakukan pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ambariyadi Wijaya.
Dalam rekonstruksi yang berlangsung hampir dua jam, polisi mencatat 30 adegan reka ulang yang diawali dari bertemunya pelaku Munajat dengan Aini (16) yang mengakibatkan kecemburuan korban Surahman (18) hingga terjadi pemukulan terjadap pelaku dan berlanjut dengan perkelahian.
Pada adegan rekonstruksi itu, pelaku Munajat datang bersama kakaknya Ayattulah (18) dan Kirohman (19) mendatangi rumah Aini, pelaku dari arah belakang selanjutnya memukul rahang kiri hingga terjatuh dan kemudian tewas saat dibawa sejumlah warga ke rumah sakit.
Rekonstruksi yang berlangsung dengan pengamanan ketat dari polisi itu menyedot perhatian tersendiri bagi warga di Desa Pegayaman dan sekitarnya, bahkan disebutkan, pelaku pembunuhan itu baru beberapa hari berada di Pegayaman karena tinggal di Sidoarjo Jawa Timur.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2955 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun