Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
55 KK Konsumsi Air Hujan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dalam lima bulan terakhir, puluhan warga Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada terpaksa mengunakan air hujan untuk keperluan sehari-hari, termasuk untuk memasak dan diminum, kondisi itu diakibatkan mesin penyedot air dari danau tamblingan mengalami kerusakan. “Ini kendalanya masalah dana yang tidak ada, ada 59 kepala keluarga yang terpaksa mengunakan air hujan karena mesin penyedot air yang satu-satunya rusak berat, sehingga terpaksa manfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari,” ungkap Ketua Kelompok Air di Desa Wanagiri, Nyoman Sukenda.
Dalam memenuhi keperluan air sehari-hari, 59 KK di Desa Wanagiri memanfaatkan sejumlah bak penampungan berupa ember dan jirigen maupun drum untuk menampung air hujan, namun apabila penampungan air itu rusak, warga terpaksa mengambil air ke danau. “Kalau terpaksa ambil air ke danau dengan jarak dua kilometer, dalam sehari bisa tiga sampai empat kali sehari dengan berjalan kaki, kalau hari tidak hujan mengunakan sepeda motor,” ujar I Gusti Made Suparwa, warga Wanagiri.
59 KK mengkonsumsi air hujan tersebut sejak bulan Desember tahun lalu, sebab biaya perbaikan mesin penyedot air danau hampir mencapai 15 juta rupiah,” kalau diperkirakan biaya mesin penyedot air mencapai 15 juta lebih,” ujar Sukenda. Atas kendala yang dialami warga Desa Wanagiri terhadap kondisi air bersih tersebut telah pernah diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng dan PDAM Buleleng, namun usulan tersebut belum mendapat tanggapan yang serius.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman