Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Win-AP Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Bali yang diusung Koalisi Kebangkitan Bali (KKB) I Gede Winasa dan Alit Putra (Win-AP), pagi ini (16/4), menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persyaratan Pilkada Bali 2008 di Wing Internasional RSU Sanglah Denpasar.
Win-AP tiba sekitar pukul 08.45, “Saya datang ke sini untuk memenuhi persyaratan KPUD Bali,” kata Alit Putra. Saat berita ini dionlinekan pasangan yang diusung KKB ini masih melakukan pemeriksaan. Ada beberapa item pada pemeriksaan fisik yang dilakukan pada organ tubuh seperti pada mata, telinga hidung tenggorokan (THT), paru, jantung, fungsi hati, dan lever. Seluruh pemeriksaan ini diperkirakan akan memakan waktu 6-7 jam.
Turut mendampingi pemeriksaan kesehatan Win-Ap adalah Ketua KKB Pasek Suardika. "Setelah proses pendaftaraan secara resmi kita lakukan tanggal 12 April yang lalu, kini kita mengikuti tahapan selanjutnya," ujar Pasek. Sedangkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, Wisnumurti, saat ditemui di KPU beberapa waktu lalu memaparkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (general check up, red) dilakukan oleh tim dokter yang telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 794 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 734 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 385 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 338 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 329 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun