Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Badan Helikopter Dievakuasi dari Lebih
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Badan pesawat helikopter Air Bali yang jatuh di Pantai Lebih Gianyar, malam ini Jumat (25/4) dipastikan sudah dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Badan pesawat helikopter ini selanjutnya akan dibawa ke Surabaya untuk diperbaiki. Dari pantauan Beritabali.com hingga petang ini, satu buah mobil derek dan truk pengangkut tampak sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat helikopter.
Malam ini, badan pesawat helikopter Air Bali ini akan dievakuasi oleh tim evakuasi. Sejak pagi tim evakuasi sudah melepas bagian-bagian pesawat helikopter agar mudah diangkut kendaraan. Pelepasan bagian-bagian pesawat helikopter ini dilakukan sendiri oleh tim evakuasi dari Air bali.
Bagian-bagian badan pesawat yang sudah dilepas menjadi bagian yang lebih kecil selanjutnya dikemas dan akan dibawa ke Surabaya dengan truk untuk diperbaiki. Proses evakuasi badan pesawat helikopter ini masih menjadi tontonan warga sekitar Pantai Lebih dan beberapa kabupaten lain di Bali.
Salah satunya adalah Wayan Suamba, warga asal Kabupaten Klungkung yang sengaja datang ke lokasi untuk melihat pesawat helikopter yang jatuh. "Tumben lihat peristiwa kayak gini. Biasanya helikopter itu terbang, tapi kalau sekarang ini diderek," kata Suamba sambil tertawa.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2961 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2023 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun