Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Badan Helikopter Dievakuasi dari Lebih
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Badan pesawat helikopter Air Bali yang jatuh di Pantai Lebih Gianyar, malam ini Jumat (25/4) dipastikan sudah dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Badan pesawat helikopter ini selanjutnya akan dibawa ke Surabaya untuk diperbaiki. Dari pantauan Beritabali.com hingga petang ini, satu buah mobil derek dan truk pengangkut tampak sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat helikopter.
Malam ini, badan pesawat helikopter Air Bali ini akan dievakuasi oleh tim evakuasi. Sejak pagi tim evakuasi sudah melepas bagian-bagian pesawat helikopter agar mudah diangkut kendaraan. Pelepasan bagian-bagian pesawat helikopter ini dilakukan sendiri oleh tim evakuasi dari Air bali.
Bagian-bagian badan pesawat yang sudah dilepas menjadi bagian yang lebih kecil selanjutnya dikemas dan akan dibawa ke Surabaya dengan truk untuk diperbaiki. Proses evakuasi badan pesawat helikopter ini masih menjadi tontonan warga sekitar Pantai Lebih dan beberapa kabupaten lain di Bali.
Salah satunya adalah Wayan Suamba, warga asal Kabupaten Klungkung yang sengaja datang ke lokasi untuk melihat pesawat helikopter yang jatuh. "Tumben lihat peristiwa kayak gini. Biasanya helikopter itu terbang, tapi kalau sekarang ini diderek," kata Suamba sambil tertawa.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan