Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Berjalan Lancar dan 32 Siswa Absen
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP/MTS dan SMPLB memasuki hari ke-2 dan berjalan lancar tanpa ditemukan adanya penyimpangan maupun kebocoran naskah, hanya saja 32 siswa dinyatakan absen dari 8.144 peserta. 2 peserta Ujian nasional di tingkat SMP, Selasa (6/5) tidak bisa mengikuti pelaksanaan ujian, sehingga memasuki hari ke-2 ujian tersebut, tercatat 32 siswa absen dengan berbagai alasan tertentu.
“Peserta yang tidak bisa mengikuti pelaksanaan ujian nasional itu disebabkan karena sakit 4 orang, 1 meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dan 1 orang telah menikah, sisanya tidak bisa ikut karena masalah ekonomi,” ungkap Sekretaris Panitia Ujian Nasional Kabupaten Buleleng, Ketut Witrini. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan di hari ke-2 tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun kebocoran soal dalam kegiatan ujian nasional tersebut.
”Hasil monitoring kita belum ditemukan adanya pelanggaran, karena sudah sesuai dengan system dan mekanisme,” ujar Witrini. Menurut rencana, pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP/MTS dan SMPLB bakal berlangsung hingga Kamis (8/5) di 67 lokasi sekolah yang tersebar di Kabupaten Buleleng dengan 8.144 peserta yang terdaftar.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun