Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Disebabkan Kebocoran Regulator Tabung Gas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyebab kebakaran di toko sepatu Gucci jalan Diponegoro Denpasar hari Kamis 8 Mei lalu terungkap. Kebakaran yang merenggut nyawa seorang ibu dan 3 anaknya ini disebabkan kebocoran nosel regulator tabung gas elpiji. Hal ini disampaikan Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar, Komisaris Besar Polisi Muhibin AK, di Poltabes Denpasar hari ini, Selasa (13/5). Menurut Muhibin, api berasal dari ruang dapur di lantai 2 dan kemudian merambat ke lantai satu. Api kemudian dengan cepat membakar ribuan sepatu yang ada di toko.
"Penyebabnya karena nosel regulator yang ada pada tabung gas elpiji bocor. Gas campuran Methan dan Prophan ini kemudian dengan cepat memenuhi ruangan lantai satu dan dua. Gas yang sudah memenuhi ruangan ini kemudian terkena percikan api listrik, yang berasal dari kabel listrik rice cooker (alat menanak nasi), yang ada di sebelah utara tabung gas," jelas Muhibin. "Ini murni kecelakaan, dan sama sekali tidak ada unsur sabotase," imbuh Kapoltabes Denpasar, AKBP Gede Alit Widana. Kebakaran di toko sepatu Gucci ini menewaskan 4 orang. Korban tewas antara lain Erni Yong (49), Catherine Ersan Liem (13), Jennys Surya Esalim (11) dan Juans Asher Erlininto (6). Sementara suami korban Hasan Rimba selamat dan hingga kini masih menderita depresi berat.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4307 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1460 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 953 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 887 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 778 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun