Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Diduga Caplok Kawasan Wisata Hutan
Selemadeg
Senin, 2 Juni 2008,
17:58 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dewan Tabanan mulai menunjukkan kinerjanya, buktinya sidak yang digelar Komisi Gabungan, Senin (2/6) menyasar sebuah proyek siluman di Banja Beda Gede, Desa Antasari, Selemadeg Barat.
Hasilnya dewan pun geram dan mewarning investor tersebut agar menghentikan kegiatannya karena lokasi proyek milik PT Angkasa Puri tersebut mencaplok kawasan hutan. Selain mencaplok kawasan hutan, proyek seluas 2,4 hektar itu juga pernah ditolak oleh warga sekitarnya.
Komisi Gabungan dipimpin anggota komisi IV I Ketut Agus Riana, didampingi anggota Komisi I, I Kade Oka Arianta, I Wayan Budi Wartana, IB Kade Adnyana Suryawan.
Agus Riana yang juga anggota F-PDIP Tabanan mengatakan tidak menyangka proyek tersebut terus berjalan. Pasalnya dia mendengar proyek itu saat sosialsiasi awal telah ditolak warga sekitar.
"Yang saya dengar proyek ini ditolak, dan sempat saya Tanya katanya tidak ada kegiatan. Faktanya puluhan pohon kelapa sudah ditebang, dan alat berat sudah ada dan bekerja, anda lihat sendiri," ucapnya kesal.
Dia juga sangat menyayangkan, proyek tersebut juga membabat kawasan wisata hutan. Apalagi beberapa bukit di sekiar lokasi terlihat sudah dikeruk, tampak juga alat berat berada di sekitar lokasi.
"Sebagai wakil rakyat dan sebagai masyarakat, kami minta lahan ini dikosongkan dan segala macam pekerjaan yang berkaitan dengan proyek ini dihentikan untuk sementara sampai masalah administrasinya beres," tegas Agus kepada para pekerja yang ada di lokasi proyek.
Pasalnya Agus mengaku proyek tersebut belum jelas dari segi perijinan. Bahkan dia mengaku sempat mengecek perijinan proyek tersebut sampai ke tingkat camat namun tidak ada sama sekali. Dalam sidak, Agus juga membawa surat penolakan warga tersebut yang ditandatangani Bendesa Adat Lebaksuren, I Wayan Sara yang diikuti tandatangan sedikitnya seratus warga sekitar.
"Surat penolakan warga terhadap proyek ini sudah ada kok bisa-bisanya proyek ini berjalan kami sebagai wakil rakyat sangat heran," tegasnya. (nod)
Hasilnya dewan pun geram dan mewarning investor tersebut agar menghentikan kegiatannya karena lokasi proyek milik PT Angkasa Puri tersebut mencaplok kawasan hutan. Selain mencaplok kawasan hutan, proyek seluas 2,4 hektar itu juga pernah ditolak oleh warga sekitarnya.
Komisi Gabungan dipimpin anggota komisi IV I Ketut Agus Riana, didampingi anggota Komisi I, I Kade Oka Arianta, I Wayan Budi Wartana, IB Kade Adnyana Suryawan.
Agus Riana yang juga anggota F-PDIP Tabanan mengatakan tidak menyangka proyek tersebut terus berjalan. Pasalnya dia mendengar proyek itu saat sosialsiasi awal telah ditolak warga sekitar.
"Yang saya dengar proyek ini ditolak, dan sempat saya Tanya katanya tidak ada kegiatan. Faktanya puluhan pohon kelapa sudah ditebang, dan alat berat sudah ada dan bekerja, anda lihat sendiri," ucapnya kesal.
Dia juga sangat menyayangkan, proyek tersebut juga membabat kawasan wisata hutan. Apalagi beberapa bukit di sekiar lokasi terlihat sudah dikeruk, tampak juga alat berat berada di sekitar lokasi.
"Sebagai wakil rakyat dan sebagai masyarakat, kami minta lahan ini dikosongkan dan segala macam pekerjaan yang berkaitan dengan proyek ini dihentikan untuk sementara sampai masalah administrasinya beres," tegas Agus kepada para pekerja yang ada di lokasi proyek.
Pasalnya Agus mengaku proyek tersebut belum jelas dari segi perijinan. Bahkan dia mengaku sempat mengecek perijinan proyek tersebut sampai ke tingkat camat namun tidak ada sama sekali. Dalam sidak, Agus juga membawa surat penolakan warga tersebut yang ditandatangani Bendesa Adat Lebaksuren, I Wayan Sara yang diikuti tandatangan sedikitnya seratus warga sekitar.
"Surat penolakan warga terhadap proyek ini sudah ada kok bisa-bisanya proyek ini berjalan kami sebagai wakil rakyat sangat heran," tegasnya. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2251 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026