Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Sekjen PBB : B3 Ancam Target MDG’S
Nusa Dua
BERITABALI.COM, DENPASAR.
15 menteri lingkungan hidup menghadiri pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau Konvensi Basel ke-9 di Nusa Dua, Kamis (26/6). Menteri lingkungan hidup tersebut diantaranya dari Brundi, Kenya, Nigeria, Pakistan, Armedia dan Indonesia.
Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam naskah pidatonya yang dibacakan Perwakilan PBB di Indonesia El Mostofa Benlamlih mengingatkan akan ancaman limbah B3 terhadap pencapaian target pembangunan milenium (MDG’s).
Menurut Ban Ki Moon, limbah B3 akan menjadi ancaman jika tidak ada komitmen dari Negara-negara di dunia untuk melakukan pengelolaan secara efektif.
Ban Ki Moon menegaskan kegagalan pengelolaan limbah B3 tidak hanya membawa penderitaan bagi Negara-negara miskin. Kegagalan pengelolaan limbah B3 juga akan membawa kelaparan dan kemiskinan di seluruh dunia.
Ban Ki Moon mengungkapkan penerapan aplikasi konvensi Basel kini juga menghadapi tantangan baru yaitu limbah elektronik seperti limbah telephon seluler.
“Limbah elektronik yang akan menjadi masalah besar. Mengingat banyaknya penggunaan telephon seluler, yang mencapai 400 juta telphon seluler,” kata ban Ki Moon. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3046 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2082 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2044 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun