Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Wayan Tuges dan Kreasi Gitar Ukir
Guwang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seni ukir dan membuat sebuah gitar merupakan dua jenis keahlian yang Berbeda. Namun bagaimana jadinya jika 2 jenis keahlian ini digabungkan? Hasilnya adalah sebuah gitar ukir, sebuah kerajinan langka yang ditekuni seorang seniman di Gianyar Bali dalam 3 tahun terakhir.
Kerajinan gitar ukir Wayan Tuges (56) ini terletak di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Dari Kota Denpasar, tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan bermotor selama kurang lebih 15 hingga 20 menit.
Proses pembuatan gitar ukir ini tak jauh berbeda dengan pembuatan gitar akustik umumnya. Dimulai dari pemilihan bahan gitar yang menggunakan beberapa kayu impor seperti kayu cedar, spruce, black tasmanian wood, serta rose wood.
Bahan kayu yang sudah dikeringkan selama 3 bulan ini kemudian dibentuk menjadi beberapa komponen atau bagian sebuah gitar. Proses selanjutnya adalah merangkai beberapa komponen itu menjadi sebuah gitar.
Proses pembuatan gitar ukir selanjutnya adalah proses pengukiran bagian kepala (head) gitar yang dikerjakan beberapa tukang ukir berpengalaman.
Untuk mengukir gitar ini diperlukan kehati-hatian agar tidak sampai merusak kayu, mengingat bagian gitar yang diukir mempunyai ketebalan hanya sekitar 2 mili meter lebih.
"Motif ukiran yang biasa dipakai dalam gitar ukir ini antara lain motif Celtic, Romawi kuno, wayang Bali, binatang, dan berbagai motif tradisional Bali lainnya. Proses mengukir gitar ini memakan waktu hingga 1 bulan lebih," jelas Tuges.
Usai diukir, proses selanjutnya adalah proses finishing seperti pemasangan senar gitar serta menyelaraskan nada gitar. "Total waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah gitar ukir mencapai 6 bulan atau setengah tahun," imbuh Tuges.
Kerajinan gitar ukir ini mulai ditekuni Tuges sejak tiga tahun lalu. Saat itu ia "ditantang" oleh seorang temannya asal Kanada, untuk mengukir sebuah gitar.
"Tantangan itu saya terima dan saya mulai mencoba mengukir gitar. Awalnya banyak gitar yang rusak dan bolong terkena pahat yang tajam. Setelah mencoba sekian lama, akhirnya saya berhasil membuat sebuah gitar ukir yang sudah layak ekspor ke mancanegara," jelas Tuges, yang sudah mulai belajar mengukir sejak umur 5 tahun.
Gitar ukir buatan Wayan Tuges ini diklaim eksklusif karena tidak ada yang sama antara satu gitar dengan gitar lainnya. Selain itu, gitar ini juga diproduksi terbatas, yakni antara 15 hingga 20 gitar ukir per bulannya.
Karena bersifat eksklusif, tak heran jika harganya relatif mahal yakni antara Rp 5 hingga Rp 40 juta per buahnya.
Meski relatif mahal, gitar ukir buatan Wayan sudah dikoleksi gitaris asing dari Kanada, Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa.
"Gitar saya sudah dikoleksi gitaris asing seperti George Canyon, Dino Bradley, Little Texas, dan gitaris asing lainnya. Sementara di Indonesia, beberapa gitaris seperti Dewa Bujana dan Balawan juga sudah memakai gitar ukir buatan saya," ujar Tuges bangga. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun