Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Tebarkan Ramuan Tradisional dan Tusuk Jarum
Batubulan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ratusan Warga Batubulan tumpah ruah ikut dalam pengobatan gratis yang digelar Organisasi Dharma Murti, salah satu organisasi yang bergerak di bidang pelestarian budaya dan ajaran Sapta Kanda Empat.
Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat DPC Dharma Murti Gianyar, Banjar Denjalan, Batubulan, Sukawati, Gianyar Sabtu (26/7) diisi dengan pelbagai pengobatan gratis dengan cara deteksi penyakit dan pengobatan dengan cara tusuk jarum
(akupresure).
Bukan itu saja, dalam acara yang digelar Sabtu-Minggu (27/7) serta Sabtu-Minggu (3/8) ini juga diperkenalkan sejumlah ramuan obat tradisional yang terbuat dari rempah-rempah Bali serta memberikan pemahaman tentang pembuatan upakara spiritual Bali seperti pembuatan caru, sate tungguh, pelaksanaan sawa preteka, proses perkawinan serta usadha Bali.
Acara yang dihadiri oleh Pinisepuh Dharma Murti, Dewa Sudewa, serta pengurus DPC Dharma Murti Gianyar ini hadir ratusan warga untuk melakukan pengobatan. Prebekel Batubulan, Dewa Oka yang berkesempatan hadir dalam acara itu mengaku sangat antusias dengan memberikan pengobatan gratis kepada warganya.
Sementara itu, Pinisepuh Dharma Murti, Dewa Sudewa didampingi Ketua DPC Dharma Murti Gianyar, I Wayan Sudana serta sesepuh I Wayan Rambler memberikan support penuh kepada warga Batubulan yang antusias mengikuti pengobatan gratis ini.
“ Mudahan-mudahan dengan cara berbagi kepada sesama ini, Dharma Murti sebagai pelestari budaya Bali semakin dengan dekat dengan warga, “ ucapnya. Lebih jauh, kata Sudewa Sapta Kanda Empat adalah warisan leluhur kita yang memberikan pemahaman mengenai kehidupan kita bermasyarakat dengan baik dan benar.
Sapta sendiri adalah tujuh dan Kanda sendiri artinya tutur atau cerita dan empat adalah Cakrawala, empat penjuru mata angin, alam yaitu Buana Agung dan Buana Alit. Jadi Sapta Kanda Empat itu sendiri berarti tujuh tatwa tentang hakekat kehidupan. Kanda empat Butha, Nyama, Rare, Dewa Subiksa, Sari dan Moksa. " Mari kita bersama lestarikan warisan leluhur melalui ajaran Sapta Kanda Empat Dharma Murti, "kata Sudewa. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1046 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun