Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tebarkan Ramuan Tradisional dan Tusuk Jarum

Batubulan

Sabtu, 26 Juli 2008, 15:37 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Ratusan Warga Batubulan tumpah ruah ikut dalam pengobatan gratis yang digelar Organisasi Dharma Murti, salah satu organisasi yang bergerak di bidang pelestarian budaya dan ajaran Sapta Kanda Empat.



Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat DPC Dharma Murti Gianyar, Banjar Denjalan, Batubulan, Sukawati, Gianyar Sabtu (26/7) diisi dengan pelbagai pengobatan gratis dengan cara deteksi penyakit dan pengobatan dengan cara tusuk jarum
(akupresure).

Bukan itu saja, dalam acara yang digelar Sabtu-Minggu (27/7) serta Sabtu-Minggu (3/8) ini juga diperkenalkan sejumlah ramuan obat tradisional yang terbuat dari rempah-rempah Bali serta memberikan pemahaman tentang pembuatan upakara spiritual Bali seperti pembuatan caru, sate tungguh, pelaksanaan sawa preteka, proses perkawinan serta usadha Bali.

Acara yang dihadiri oleh Pinisepuh Dharma Murti, Dewa Sudewa, serta pengurus DPC Dharma Murti Gianyar ini hadir ratusan warga untuk melakukan pengobatan. Prebekel Batubulan, Dewa Oka yang berkesempatan hadir dalam acara itu mengaku sangat antusias dengan memberikan pengobatan gratis kepada warganya.



Sementara itu, Pinisepuh Dharma Murti, Dewa Sudewa didampingi Ketua DPC Dharma Murti Gianyar, I Wayan Sudana serta sesepuh I Wayan Rambler memberikan support penuh kepada warga Batubulan yang antusias mengikuti pengobatan gratis ini.



“ Mudahan-mudahan dengan cara berbagi kepada sesama ini, Dharma Murti sebagai pelestari budaya Bali semakin dengan dekat dengan warga, “ ucapnya. Lebih jauh, kata Sudewa Sapta Kanda Empat adalah warisan leluhur kita yang memberikan pemahaman mengenai kehidupan kita bermasyarakat dengan baik dan benar.

Sapta sendiri adalah tujuh dan Kanda sendiri artinya tutur atau cerita dan empat adalah Cakrawala, empat penjuru mata angin, alam yaitu Buana Agung dan Buana Alit. Jadi Sapta Kanda Empat itu sendiri berarti tujuh tatwa tentang hakekat kehidupan. Kanda empat Butha, Nyama, Rare, Dewa Subiksa, Sari dan Moksa. " Mari kita bersama lestarikan warisan leluhur melalui ajaran Sapta Kanda Empat Dharma Murti, "kata Sudewa. (art)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami