Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dihantam Truk, Nyawa ABG Melayang

Mendoyo

Rabu, 6 Agustus 2008, 17:12 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Nyawa I Wayan Pasek Giriana (18), anak baru gede (ABG) warga Dusun Bumbungan, Yehembang, Mendoyo tidak tertolong saat truk P 7806 BW yang nekad menyalip truk sarat muatan, menghantamnya di kilometer 81 jalan jurusan Denpasar Gilimanuk.



Dari informasi di lapangan, kejadian ini bermula dari truk yang dikemudikan Sukarwiyanto (49) asal Jalan Wijaya Kusuma, Lingkungan Tirto Puro, Kalipuro, Banyuwangi yang melaju dari arah barat, nekad menyalip truk tronton
di depannya, padahal pandangan di depannya tidak bebas karena situasi jalan menanjak.

Dari arah berlawanan korban yang mengendarai Yamaha Force One DK 2363 GL sedang melaju sejajar dengan I Komang Sunawan (23), teman sekampungnya yang mengendarai Honda Supra DK 5619 FV.

Karena jalurnya diambil oleh truk tersebut, kedua motor tersebut bersenggolan lalu oleng.

"Motor Sunawan oleng ke kiri sedangkan motor korban oleng ke kanan yang kemudian menghantam truk tersebut," ujar seorang saksi mata.

Kontan, benturan keras tersebut membuat motor yang dikendarai Giriana ringsek berat dan Giriana sendiri sekarat dengan luka robek di dagu, punggung kanan bengkak dan dadanya lebam.



Korban kemudian dilarikan ke RSU Negara, namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Giriana meregang nyawa di
RSU Negara. Sementara nasib Sunawan, lebih baik. Sunawan hanya menderita lecet di lutut saja setelah terjungkal di pinggir jalan.



Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Wahyu Tri Cahyono didampingi Lanit Laka, Ipda I Made Swandra, seizin Kapolres Jembrana, Rabu (6/8) mengatakan kecelakaan ini murni karena kesalahan sopir truk yang tidak melihat situasi
saat menyalip kendaraan di depannya.

"Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan dan menelan satu korban jiwa itu, murni terjadi korena sopir truk
yang menjadi tersangka itu tidak memperhatikan kondisi jalan saat akan menyalip truk tronton di depannya,"ujar ketika dikonfirmasi.

Lanjut Tri Cahyono, semestinya truk tidak memaksakan diri menyalip dengan kondisi pandangan yang tidak bebas.

"Dengan demikian tentunya sopir tidak melihat keadaan dari arah yang berlawanan. Akibat kenekatan ini, sopir truk itu
harus bertanggungjawab atas kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa ini,"pungkasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami