Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Puluhan Turis Asing Ikuti Parade Jukung
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sekitar 100 jukung atau perahu tradisional, hari ini (7/8) ikut ambil bagian dalam parade jukung tradisional, yang digelar di Pantai Sanur Bali. Parade jukung ini tidak disia-siakan oleh puluhan turis asing, yang langsung ikut mencoba alat transportasi laut tradisional ini.
Parade jukung serangkaian kegiatan Sanur Village Festival (SVF) ke-3 ini mengambil start di Pantai Mertasari Sanur dan finis di depan Pantai Segara Ayu. Parade jukung ini diikuti sekitar 100 jukung milik nelayan dari seluruh wilayah Sanur.
Parade jukung ini dimulai sekitar pukul 12.30 Wita menyusuri sepanjang pantai mulai Pantai Mertasari hingga Pantai Segara Sanur. Total jarak yang ditempuh kurang lebih 6 kilometer.
Parade jukung ini tidak disia-siakan oleh sejumlah turis asing yang sedang berlibur di Sanur. Puluhan turis asing langsung ikut menumpang perahu nelayan dan menikmati indahnya panorama pesisir Pantai Sanur.
"Pengalaman naik perahu tradisional ini merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya, fantastik," kata David Duncan, turis asing dari Australia.
Koordinator parade jukung tradisional, I Wayan Jelantik mengatakan, kegiatan parade jukung tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dalam SVF ini, diikuti oleh semua nelayan yang ada di Sanur.
Sementara itu Ketua Panitia Sanur Village Festival, Ida Bagus Gde Sidartha Putra mengatakan, keterlibatan para bendega bersama jukung, merupakan bagian dari komunitas Sanur yang dikenal dengan kehidupan nelayan.
"Obyek wisata Sanur sebagai destinasi wisata tertua tak lepas dari kehidupuan masyarakat Desa Sanur sebagai nelayan," ujar Gus De sapaan akrab Ketua Yayasan Pembangunan Sanur ini. (dev)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun