Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Ribuan Kubik Kayu Ilegal Logging Membusuk
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ribuan kubik kayu jati berbagai ukuran dibiarkan membusuk begitu saja di tempat pengujian kendaraan (KIR) di Dusun Peh, Desa Kaliakah, Negara.
Kayu jati sisa-sisa penjarahan dan penebangan liar dan hasil tebangan dari trubusan (tunggak semi) di hutan produksi terbatas Bali Barat ditumpuk sejak sekitar enam tahun silam lantaran tidak laku dilelang.
Dari pantauan di lapangan, ribuan kubik kayu jati ini kondisinya sudah lapuk lantaran disengat matahari dan diguyur hujan selama enam tahun. Bahkan tumpukan kayu bagian bawah sudah dimakan rayap serta ditumbuhi tumbuhan liar yang menjalar.
Tumpukan kayu membusuk ini, mengundang perhatian anggota DPRD Jembrana, I Ketut Subadi. Ketua F Golkar ini mengatakan daripada membusuk dan lapuk, lebih baik ribuan kubik kayu jati itu dimanfaatkan untuk industri kecil yang mengunakan bahan baku kayu.
"Kenapa kayu-kayu yang kwalitasnya bagus tidak dimanfaatkan untuk industri meubeler atau untuk membuat bangku sekolah," ungkapnya.
Sementara itu Kabid Kehutanan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) Subaktyanu Dermorejo, ketika dikofirmasi Selasa (12/8) membenarkan kalau ribuan kubik kayu jati itu adalah sisa tebangan liar dan tebangan trubusan dari hutan produksi terbatas Bali barat.
"Kayu tersebut milik propinsi, karena hutan produksi itu kewenangannya ada di provinsi," ujarnya.
Sebenarnya kata Subaktyanu, ribuan kubik kayu jati itu pernah dilelang, namun tidak laku lantaran harga yang ditawar oleh peserta lelang jauh di bawah harga standar.
"Karena tidak laku kayu itu tetap dibiarkan di tempat pengujian kendaraan itu,"ucapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli