Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Larang Lewat, Gara"gara Rambu Tanda STOP
Padang Sambian
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Poltabes Denpasar, Kamis (14/8) geger. Seorang ibu rumah tangga yang belakangan diketahui pengusaha loundry "Krisna" di Nusa Dua, mendadak gila. Para pengguna jalan dihentikan, gara-gara wanita cantik itu melihat tanda rambu STOP, diujung gang mako Poltabes Denpasar. Seperti apa kejadiannya ?
Nama ibu rumah tangga itu, Komang Ari (35), tinggal di bilangan pemancar Anteve, Wisma Puri Blok B/13 Nusa Dua. Wanita muda beranak tiga ini, datang ke Poltabes Denpasar mengendarai mobil Jazz warna silver DK 1981 Y. Dia datang bersama anaknya berusia 4 tahun dan seorang pembantu Nyoman Dina.
Maksud kedatangan Komang Ari, sekadar mengurus SIM untuk pembantunya. Usai mengurus SIM, sekitar pukul 13.00 Wita, mereka pulang dan melewati jalan disamping mako Poltabes Denpasar.
Pas di ujung gang menuju keluar jalan raya, Komang Ari mendadak menghentikan mobilnya. Matanya melotot memandangi tanda rambu lalu-lintas STOP, yang berada di kiri jalan.
Berhentinya mobil milik Komang Ari, spontan membuat pengguna kendaraan lain, yang berada dibelakang mobil ikut-ikutan berhenti. Mereka mengira mobil berhenti lantaran, jalan raya macet. Tapi ternyata tidak, mobil tersebut terus diam tak bergerak. Sehingga membuat kesal para pengguna jalan.
Tiba " tiba saja, Komang Ari keluar dari dalam mobil dan mendatangi pengguna jalan yang baru saja mengurus SIM. Lagaknya petugas Lantas, dia meminta para pengguna jalan tidak boleh lewat karena ada tanda rambu lalu-lintas STOP. Ditegur begitu, pengguna jalan makin kesal. Mereka berusaha menerobos barikade Komang Ari.
Merasa dilawan, wanita cantik berbody yahud, tinggal di Wisma Puri Blok B/13 Nusa (pemancar Anteve, Red), buru-buru mendatangi pengendara sepeda motor yang menerobos. Sejurus kemudian mencabut kunci kontak yang nyantol di sepeda motor.
Karuan saja pengendara sepeda motor komplain. Untungnya, kegaduhan yang berlangsung dua jam lebih, disamping mako Poltabes Denpasar, diketahui petugas Sat Lantas Poltabes Denpasar.
Fatalnya, Komang Ari tetap ngotot ke petugas dan mengatakan para pengguna kendaraan tak bisa lewat, karena ada tanda rambu lalu-lintas STOP.
"Pusing kita menjelaskannya. Padahal sudah jelaskan kalau tanda rambu itu sebagai peringatan saja dan bukan untuk menghentikan kendaraan. Dia tetap ngotot dan minta kita menghentikan pengguna jalan. Gendeng sekali dia,"gerutu salah seorang petugas Sat Lantas.
Guna tidak membuat ricuh pengguna jalan, Komang Ari beserta anak dan pembantunya digiring ke kantor Sat Lantas untuk dinasehati. Sementara mobil Jazz, diamankan dan diparkir tak jauh dari mako Poltabes Denpasar.
Sempat reda dua jam, tak ayal, ulah Komang Ari yang rada-rada stress ini, kambuh lagi sekitar pukul 16.30 Wita. Dia kembali mendatangi rambu tanda STOP dan mencoba menggoyang-goyangkannya.
Sontak saja, salah seorang anggota Provos mencegah dan meminta Komang Ari pulang. Apes, Komang Ari tetap ngotot dan tak mau pulang.
Anggota Sat Lantas pun kembali kelimpungan. Mereka berusaha menyadarkan Komang Ari yang diduga mengalami gangguan jiwa. Sampai pada akhirnya, Wakasatlantas Poltabes AKP Drs. IB Jembariawan dan Kanit Regident AKP Putu Sugiartini, turun tangan.
Wanita berfostur tubuh imut " imut ini kembali di nasehati dan dibawa kembali ke kantor Sat Lantas. Sembari menunggu jemputan suaminya yang bekerja di sebuah Hotel di Nusa Dua.
"Tadi bapak sudah saya hubungi di Hotel. Katanya bisa datang jam 18.00 Wita. Saya juga tak mau pulang, takut kalau ditengah jalan ketemu tanda larang STOP lagi. Bisa-bisa bos saya berhenti lagi,"beber Nyoman Dina.
Ditanya, apakah memang majikannya mengalami gangguan jiwa ? Nyoman Dina membantahnya.
Dijelaskannya, mereka datang dari rumah, majikannya masih sehat bugar. Tak terlihat tanda-tanda stress. Bahkan, mobil yang dikemudikan majikannya berjalan lancar.
Nyoman Dina mengaku heran kenapa majikannya tiba " tiba stress. Padahal selama ini, majikannya periang, aktif bekerja mengurus pengeluaran dan pemasukan loundry "Krisna" di Nusa Dua. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang