Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Benar-benar Pertukaran Budaya
Hiroshima
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Acara peringatan 50 tahun persahabatan Indonesia Jepang di Hiroshima berupa pegelaran budaya dua bangsa berlangsung memikat. Pertukaran budaya benar-benar terjadi, warga Jepang dengan fasih memainkan angklung mengiringi lagu Bengawan Solo dan penari Bali diiringi sekehe gong yang semuanya warga Jepang.
Pertunjukan budaya dua bangsa yang berlangsung di Big Hall Aster Plaza Hiroshima ini dihadiri ratusan penonton. Even budaya yang diprakarsai oleh Perhimpunan Keluarga Hiroshima Indonesia dan Persatuan Pelajar Indonesia komisariat Hiroshima ini juga dirangkai dengan pengumpulan dana untuk beasiswa pelajar di Indonesia.
Acara diawali dengan tarian pembuka oleh Perhimpunan Keluarga Hiroshima Indonesia kemudian dilanjutkan dengan permainan angklung oleh kelompok Hiroshima Arumba yang semua anggotanya adalah orang Jepang. Permaianan angklung sangat memikat ketika membawakan lagu bengawan solo dan lagu bahasa kalbu yang biasa dinyanyikan oleh Titi DJ.
Penonton semakin terkesima ketika tarian cendrawasih dan legong keraton yang dibawakan oleh dua penari dari Jembrana Bali diiringi oleh sekehe gong "Bapang Sari" yang semua pemainnya adalah orang Jepang.
Selain menampilkan kesenian musik dan tari, acara juga diisi dengan peragaan busana batik dan kebaya yang diperagakan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia dan Jepang dari Hiroshima University.
Ketua Perhimpunan Keluarga Hiroshima Indonesia, I Wayan Surasna menyampaikan walaupun dari segi jumlah peserta tidak mencapai target, namun dia puas dengan kualitas pertunjukan. "Penonton sangat puas menyaksikan begitu piawainya orang jepang memainkan alat-alat musik tradisional Indonesia, benar-benar telah terjadi pertukaran kebudayaan," ujar Surasna.
Sementara itu, Ni Komang Astika salah seorang penari dari Jembrana Bali kepada Beritabali.com menyampaikan rasa puasnya diiringi sekehe gong yang anggotanya orang Jepang semua. "Walau hanya latihan beberapa jam menjelang pertunjukan, namun kita tidak mengalami kesulitan untuk berkolaborasi dengan mereka," ujar Komang yang baru duduk di kelas 2 SMAN 1 Negara.
Di akhir acara Indonesian Day, dilakukan pengumpulan dana yang akan digunakan untuk memberikan beasiswa kepada para siswa yang kurang mampu di Bali. (gus)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli