Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pelantikan Senat Diwarnai Aksi Demo

Denpasar

Senin, 25 Agustus 2008, 11:35 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Proses pelantikan senat perguruan tinggi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Senin (25/8) diwarnai aksi demo dari ratusan dosen dan mahasiswa. Aksi yang dilakukan sebagai bentuk protes atas keputusan Rektor Prof. Wayan Rai yang melakukan pemilihan rektor ulang.



Bahkan, dalam proses pelantikan senat sebagai persiapan pemilihan rektor ulang, rektor Prof. Wayan Rai langsung melakukan pergantian terhadap anggota senat ISI Denpasar. Hal ini guna memuluskan proses pemilihan rektor ulang yang menurut rencana akan dilaksanakan pada Selasa (26/8) besok.

Salah seorang anggota senat yang diganti, Prof. Nyoman Sedana menyatakan, pengurus senat yang baru dilantik tidak sah dan sarat dengan kepentingan karena tidak mencerminkan perwakilan dosen yang ada di kampus ISI Denpasar.

"Kalau dulu pak rektor menghasilkan senat cacat hukum bukankah yang sekarang cacat prosedural dan tata tertib, itu pertanyaan saya. Tanggal keputusannya tanggal 12 padahal berita acaranya baru ditahan tanggal 13 malam," ujar Prof. Nyoman Sedana.



Sementara itu beberapa mahasiswa melakukan aksi teatrikal di depan gedung rektorat dan meminta Rektor Prof. Wayan Rai keluar dari ruangannya, namun ketika dikonfirmasi Beritabali.com, salah satu staf pegawainya menyatakan Prof Wayan Rai telah berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo.



Prof. Wayan Rai diakui meninggalkan ISI Denpasar setelah melantik pengurus senat yang baru. Sebelumnya ISI Denpasar telah melakukan pemilihan rektor pada 5 maret lalu dan menetapkan Dr. Nyoman Catra sebagai rektor terpilih.

Dr. Nyoman Catra juga memastikan, tidak akan mengikuti pemilihan rektor ulang Selasa besok. Nyoman Catra beralasan tidak mendapatkan undangan dan ingin tetap menghormati keputusan pemilihan rektor sebelumnya. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami