Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Perut Ditusuk Pisau, Wahono Gegerkan Galeri
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang pria asal Jember mengelami luka parah di bagian perut setelah ditusuk pisau dapur di tempatnya bekerja, di sebuah galeri seni. Hingga kini polisi masih memburu pelaku penusukan ini.
Tusukan pisau dapur yang dihujamkan ke perut sebelah kanan, tak hayal membuat Wahono Is Guntoro (32), pria asal Jember, Jatim, ini dilarikan ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar.
Kejadian yang sempat menghebohkan Banjar Teges, Desa Peliatan, Ubud ini terjadi hari ini (27/8) sekitar pukul 15.00 Wita.
Menurut keterangan warga setempat, Muliono yang bekerja sekaligus tidur di A.A Raka Gallery tersebut berteriak minta tolong sambil memegangi perutnya.
Satpam setempat, I Ketut Maka, kemudian menolong dan melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Ubud.
Berdasarkan informasi di lapangan, Wahono ditikam oleh temannya sendiri. Ia langsung ditikam pelaku saat membuka pintu kamarnya, tanpa sempat memberi perlawanan. Usai menikam Wahono, pelaku langsung kabur.
Kapolsek Sukawati, AKP Dewa Putra seijin Kapolres Gianyar, AKBP I Nyoman Astawa mengaku masih menyelidiki kasus ini.
“Yang ditemukan di TKP sebagai barang bukti hanya sebuah pisau dapur, soal siapa yang melakukan kami masih lidik,“ ujarnya singkat. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun