Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Layang-Layang 6 Negara Mengudara di Tanah Lot
Tanah Lot
BERITABALI.COM, TABANAN.
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dipastikan membuka tiga even besar yang digelar di Obyek Wisata Tanah Lot, Jumat (12/9) besok.
Even yang bertajuk ‘Tanah Lot Spektakuler’ itu akan diawali dengan Tanah Lot 10 K, Lomba Layang-layang, dan Pementasan Kolosal Okokan dan Tektekan yang melibatkan 1500 seniman.
Beberapa pecinta laying-layang asing dari negeri Belanda, Malaysia dan negara lainnya juga akan ikut mengudara di Tanah Lot.
Ketua Panitia Made Sujana, Kamis (11/9) disela-sela persiapan
dan gladi bersih mengatakan, even ini juga akan diikuti partisipasi dari para pecinta laying-layang luar negeri yakni dari Negara Belanda, Malaysia, dan beberapa peserta dari empat Negara lainnya.
Selain itu juga ada atraksi ‘kites surfing*’ dan ‘kites Buggies’ yang akan diterbangkan oleh pemain professional dari Bali Kites Surfing School
"Saya jamin penonton pasti membludak," ujarnya.
Terkait dengan pengamanan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Resort Tabanan beserta jajarannya.
"Pihak keamanan dari masing-masing desa adat di kecamatan Kediri, dan tentunya pecalang dari Desa Pakraman Beraban, juga kita libatkan" ujar Sujana. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 855 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 784 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 776 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 401 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun