Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Istri Dihajar Hingga Babak Belur
Pemaron
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga, KDRT di Buleleng kerap terjadi, bahkan dipicu masalah sepele, sorang suami nekat menghajar istrinya hingga babak belur,
seperti yang menimpa Suryati di Dusun Dauh Margi, Desa Pamaron Kecamatan Buleleng, akibatnya sang suami Harun Harasyid, Minggu (30/12) diamankan ke Mapolres Buleleng.
“saya emosi saat pulang kerja tidak ketemu istri dan ternyata malah main ke tetangga, saat dia (suryati, red) pulang, saya langsung naik pitam dan tanpa bicara apapun saya langsung hajar di halaman rumah, “ ungkap Harun di hadapan Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, PPA Sat Reskrim Polres Buleleng.
Aksi penganiayaan yang dilakukan Harun Harasyid sempat menghebohkan semua tetangganya, namun karena urusan rumah tangga para tetangga tidak memberikan respon atas kekerasan dalam rumah tangga itu.
“korban dipukul sebanyak dua kali dengan tangan mengepal kearah muka oleh pelaku hingga membuat wajah korban babak belur dan bibirnya robek, “ papar Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief.
Sementara, pelaku yang diperiksa secara intensif di Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng merasa menyesal telah menganiaya istrinya, sebab saat peristiwa itu, pelaku mengaku khilaf dan gelap mata. (sas)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4590 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2397 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2055 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1653 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1093 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun