Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Sudarsono, Tunanetra Pencari Kerang
Yeh Sumbul
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cacat permanen yang diderita sejak kecil tidak menghalangi niat Sudarsono (50), warga Yeh Sumbul, Mendoyo untuk tetap bertahan hidup. Kendatipun tuna netra, Sudarsono tetap semangat mencari kerang untuk menyambung hidupnya.
Ditemui di rumahnya yang sederhana, Kamis (25/9), Sudarsono mengungkapkan setiap hari dia harus berjalan sejauh 2 kilometer dari rumahnya untuk mencari kerang di Pantai Mengwi, Mendoyo.
"Setiap hari saya harus berjalan sejahu 2 kilometer untuk mencari kerang agar saya bisa bertahan hidup. Hal ini sudah saya jalani sejak berpuluh tahun yang lalu," ujarnya.
Menurut Sudarsono, setiap harinya dia memperoleh penghasilan sekitar Rp. 10 ribu dari hasil penjualan kerang yang didapatnya.
"Kerang yang saya dapat, saya jual. Rata-rata perharinya
saya mendapatkan uang Rp. 10 ribu," terangnya.
Bahkan, lanjut Sudarsono, tidak jarang dirinya harus pulang dengan tangan hampa.
"Akhir-akhir ini ombak di pantai tersebut sering tidak bersahabat. Kalau sudah begini, biasanya saya pulang dengan tangan hampa," terangnya lirih.
Untuk bekerja sehari-harinya, Sudarsono hanya ditemani oleh sebatang tongkat. Sambil berjibaku menantang derasnya ombak, Sudarsono dengan tekun mengais rejeki demi menyambung hidupnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4590 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2398 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2056 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1653 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1093 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun