Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




H-4, Angkutan Barang Distop

Gilimanuk

Sabtu, 27 September 2008, 20:56 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Untuk menghindari kemacetan semakin parah di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Gilimanuk mengeluarkan kebijakan mulai H-4 barang keluar masuk Bali distop untuk sementara waktu. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi sembilan bahan pokok (sembako).



"Sesuai instruksi Menteri Perhubungan, mulai H-4 angkutan barang tidak kita layani,"ujar Manajer oprasional ASDP Gilimanuk Ospar Silaban, Sabtu (27/9). Menurut Ospar, hal ini tidak berlaku untuk angkutan sembako. "Selain sembako, tidak kita layani," tandasnya.



Meski demikian, lanjut Ospar kapal landing craft tank (LCT) atau kapal barang barang tetap disiagakan untuk melayani penyeberangan kendaraan barang yang kembali setelah mengantar sembako.


Sementara itu Syahbandar Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari, saat dikonfirmasi terpisah mengatakan walaupun angkutan barang distop, pihaknya tetap tidak mengizinkan kapal LCT untuk mengangkut penumpang karena spesifikasi LCT dengan kapal motor penumpang (KMP) berbeda terutama pada sarana keamanannya.

"Sarana keamanan di KMP seperti sekoci dan baju renang jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas angkut penumpang sedangkan kapal LCT jumlahnya lebih sedikit karena orang yang diangkut hanya beberapa saja yakni sopir dan kernet kendaraan barang. Kita tidak mau ambil resiko menggunakan kapal barang untuk mengangkut mudik," terangnya.

Lanjut Kari, lonjakan jumlah pemudik tidak membuat pihaknya renggang dalam hal pengawasan kapal yang berangkat. "Kami tetap membatasi jumlah kendaraan dan orang yang diangkut oleh KMP yakni sekitar 300 orang penumpang ditambah kendaraan yang disesuaikan dengan daya angkut kapal," jelas Kari.



Hal ini dilakukan, kata Kari, karena pihaknya sangat mengutamakan keselamatan pelayaran sehingga kapal yang melayani pemudik tetap diawasi dengan ketat agar tidak memuat melebihi kapasitas angkutnya. "Kita tetap mengutamakan keselamatan penumpang," katanya.

Terkait cuaca, Kari mengungkapkan cuaca di Selat Bali masih bersahabat sehingga aman bagi pelayaran. "Meski demikian kita terus melakukan pemantauan dan meminta nahkoda kapal agar berhati-hati,"pungkasnya.(dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami