Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
H-4, Angkutan Barang Distop
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Untuk menghindari kemacetan semakin parah di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Gilimanuk mengeluarkan kebijakan mulai H-4 barang keluar masuk Bali distop untuk sementara waktu. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi sembilan bahan pokok (sembako).
"Sesuai instruksi Menteri Perhubungan, mulai H-4 angkutan barang tidak kita layani,"ujar Manajer oprasional ASDP Gilimanuk Ospar Silaban, Sabtu (27/9). Menurut Ospar, hal ini tidak berlaku untuk angkutan sembako. "Selain sembako, tidak kita layani," tandasnya.
Meski demikian, lanjut Ospar kapal landing craft tank (LCT) atau kapal barang barang tetap disiagakan untuk melayani penyeberangan kendaraan barang yang kembali setelah mengantar sembako.
Sementara itu Syahbandar Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari, saat dikonfirmasi terpisah mengatakan walaupun angkutan barang distop, pihaknya tetap tidak mengizinkan kapal LCT untuk mengangkut penumpang karena spesifikasi LCT dengan kapal motor penumpang (KMP) berbeda terutama pada sarana keamanannya.
"Sarana keamanan di KMP seperti sekoci dan baju renang jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas angkut penumpang sedangkan kapal LCT jumlahnya lebih sedikit karena orang yang diangkut hanya beberapa saja yakni sopir dan kernet kendaraan barang. Kita tidak mau ambil resiko menggunakan kapal barang untuk mengangkut mudik," terangnya.
Lanjut Kari, lonjakan jumlah pemudik tidak membuat pihaknya renggang dalam hal pengawasan kapal yang berangkat. "Kami tetap membatasi jumlah kendaraan dan orang yang diangkut oleh KMP yakni sekitar 300 orang penumpang ditambah kendaraan yang disesuaikan dengan daya angkut kapal," jelas Kari.
Hal ini dilakukan, kata Kari, karena pihaknya sangat mengutamakan keselamatan pelayaran sehingga kapal yang melayani pemudik tetap diawasi dengan ketat agar tidak memuat melebihi kapasitas angkutnya. "Kita tetap mengutamakan keselamatan penumpang," katanya.
Terkait cuaca, Kari mengungkapkan cuaca di Selat Bali masih bersahabat sehingga aman bagi pelayaran. "Meski demikian kita terus melakukan pemantauan dan meminta nahkoda kapal agar berhati-hati,"pungkasnya.(dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3792 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1739 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang