Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Perlu 4 Jam Keluarkan Jenazah Sopir
Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebuah kecelakaan maut menewaskan seorang pengemudi truk, di Melaya Jembrana. Perlu waktu 4 jam untuk mengeluarkan jenazah korban dari dalam ruang kemudi truk.
Kecelakaan truk Mitsubishi Fuso DK 8714 WA yang dikemudiakan Ketut Budiasa (51), warga Sumbersari, Melaya ini terjadi di jalan Denpasar Gilimanuk km 106-107, Desa Tuwed, Melaya.
Pasca kecelakaan, warga dan petugas kesulitan mengeluarkan mayat Budiasa. Hal tersebut dikarenakan korban terjepit oleh bagian depan truk yang penyok dan tumpukan puluhan kubik kayu kelapa (seseh).
Kondisi korban yang tergencet membuat polisi dan warga
sekitarnya kesulitan. Korban terjepit sangat kuat oleh bodi truk dan tertindih puluhan kayu kelapa.
"Korban terjepit dari depan oleh bodi truk sedangkan dari belakang tertindih puluhan kayu kelapa yang dimuatnya,"terang I Made Tantra, warga sekitarnya, Senin (13/10).
Setelah berjuang selama 4 jam dengan menggunakan alat seadanya, akhirnya jenazah Budiasa yang sudah tidak bernyawa berhasil dikeluarkan.
Budiasa mengalami luka robek di dagu, dadanya lebam, lecet di lutut dan pendarahaan di telinga kirinya.
"Ketika berhasil dikeluarkan, sopir truk itu sudah meninggal dengan luka parah di dagu dan dadanya remuk,"ujarnya.
Truk naas yang nyungsep di got setelah sebelumnya menabrak sebagian tembok penyengker merajan milik I Nengah Teges dan menghancurkan menghancurkan taman dan pepohonan serta menumbangkan patung rangda itu berhasil ditarik dengan 3 Toyota Hard Top.
"Saya belum tahu pasti berapa kerugiannya. Saya masih beruntung bangunan pelinggih dan tempat sesaji (banten) tidak ikut tumbang,"ujar seorang keluarga Teges. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli