Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kena Hipnotis, Kalung Emas Melayang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ahli hipnotis kembali beraksi di Gianyar, kali ini yang menjadi korbannya, Ni Wayan Suni (53), wanita asal Banjar Mundeh, Selemadeg, Tabanan. Kalung emas seberat 10 gram dipreteli di dalam mobil.
Kejadian ini sendiri terjadi Rabu (22/10), pagi itu, wanita berpakaian perlente ini menunggu bis di pertigaan menuju Bangli. Begitu asyik menunggu, tiba tiba ada sebuah kendaraan buntut ditumpangi 3 orang, satu wanita dua lelaki. Mereka langsung menawari Suni untuk masuk dan mengatakan siap mengantar sampai di Terminal Ubung, Denpasar.
Entah pengaruh apa, Suni menganggukkan kepala tanda setuju dengan tawaran mereka. Di dalam mobil, kalung Suni seberat 10 gram mulai dilihat oleh mereka. Dan pada saat itu juga, salah satu dari mereka bertiga menawari tukaran kalung dengan arca Ganesha.
Entah pengaruh apa lagi, Sani mau menyerahkan kalungnya kepada mereka. Dan entah setan apa yang merasuki, Sani pun mau ketika diturunkan dilapangan Astina, Gianyar. Begitu ditinggal baru dirinya sadar kalau ditipu, terkait masalah ini, korban melaporkannya ke Mapolsek Gianyar.
Kami masih menyelidiki pelakunya, sampai saat ini belum terlacak, kata Kapolsek Kota Gianyar, AKP I Nyoman Suarnatha seijin Kapolres Gianyar.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun