Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Atlet 54 Negara Ikut Kejuaraan Tembak Reaksi Dunia
Serangan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah sukses menggelar Asian Beach Games yang pertama, Bali kembali menjadi tuan rumah kejuaraan tembak reaksi dunia. Kejuaraan level lima atau tingkat dunia ini diikuti 1100 atlet dari 54 negara.
Kejuaraan tembak reaksi tingkat dunia yang ke-15 ini digelar mulai hari ini, Senin (27/10) di Pulau Serangan Denpasar dan berlangsung selama 6 hari. Dalam lomba ini para peserta dibagi ke dalam 5 kelas yakni open, standar, production, revolver, dan modified.
Setiap harinya, setiap peserta diwajibkan untuk melewati 6 stage. Hingga akhir lomba, setiap peserta total menjalani 36 stage. Dalam kejuaraan ini Indonesia menurunkan beberapa petembak handalnya seperti Sony Prabowo, Zaenal Arif, dan Roy Haryanto.
Dalam kejuaraan ini, atlet Indonesia diharapkan dapat mencapai peringkat 5 dunia di kelas revolver dan peringkat 100 di nomor standar. Itu sudah cukup bagus mengingat kejuaraan ini diikuti 1100 atlet, kata Ketua Panitia Kejuaraan, Djoko Soeroso.
Kejuaraan tembak reaksi tingkat dunia ini diikuti oleh beberapa juara tembak kelas dunia seperti Eric Graufel dari Prancis, Mike Foight dari Amerika Serikat, dan beberapa jago tembak reaksi dari beberapa negara asing lainnya seperti dari Republik Ceko, Brazil, dan Philipina.
Dalam kejuaraan dunia ini atlet tembak Indonesia akan dapat belajar secara langsung tentang tehnik bertanding dari para jago tembak kelas dunia, kata Djoko.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1982 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun