Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pariwisata Bali Diprediksi Tetap Stabil
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelaku Pariwisata di Bali yakin keputusan pemerintah Australia untuk memberlakukan travel warning (peringatan untuk tidak berkunjung bagi warganya) ke indonesia tidak akan membawa dampak negatif pada pariwisata Bali.
Ketua Badan pariwisata Bali (BTB) Ngurah Wijaya ketika ditemui beritabali.com di Renon (27/10) menyatakan keputusan pemerintah Australia mengumumkan kembali travel warning terkait rencana eksekusi terhadap terpidana mati bom Bali Amrosy Cs merupakan hal yang biasa. Ngurah Wijaya optimis travel warning Australia tidak akan berpengaruh pada minat wisatawan Australia untuk datang ke Bali.
Menurut Ngurah Wijaya, direalasenya kembali travel warning oleh pemerintah Australia tidak menyebabkan terjadi pembatalan kunjungan oleh wisatawan Australia. Travel warning dari Australia itu sudah ada dari dulu cuma memang levelnya dinaik turunkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dan saya kira ini wajar-wajar saja,Jelas Ngurah Wijaya.
Ngurah Wijaya berharap Jaksa Agung tidak lagi mengulur-ulur proses eksekusi. Sebab tarik ulur tidak hanya menyebabkan keragu-raguan wisatawan untuk datang berkunjung ke Bali. Tetapi hal yang lebih penting adalah citra hukum Indonesia di mata dunia.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2424 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun