Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pariwisata Bali Diprediksi Tetap Stabil
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelaku Pariwisata di Bali yakin keputusan pemerintah Australia untuk memberlakukan travel warning (peringatan untuk tidak berkunjung bagi warganya) ke indonesia tidak akan membawa dampak negatif pada pariwisata Bali.
Ketua Badan pariwisata Bali (BTB) Ngurah Wijaya ketika ditemui beritabali.com di Renon (27/10) menyatakan keputusan pemerintah Australia mengumumkan kembali travel warning terkait rencana eksekusi terhadap terpidana mati bom Bali Amrosy Cs merupakan hal yang biasa. Ngurah Wijaya optimis travel warning Australia tidak akan berpengaruh pada minat wisatawan Australia untuk datang ke Bali.
Menurut Ngurah Wijaya, direalasenya kembali travel warning oleh pemerintah Australia tidak menyebabkan terjadi pembatalan kunjungan oleh wisatawan Australia. Travel warning dari Australia itu sudah ada dari dulu cuma memang levelnya dinaik turunkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dan saya kira ini wajar-wajar saja,Jelas Ngurah Wijaya.
Ngurah Wijaya berharap Jaksa Agung tidak lagi mengulur-ulur proses eksekusi. Sebab tarik ulur tidak hanya menyebabkan keragu-raguan wisatawan untuk datang berkunjung ke Bali. Tetapi hal yang lebih penting adalah citra hukum Indonesia di mata dunia.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan