Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Keluarga Awaludin Minta Pelaku Dihukum Mati

Kamis, 6 November 2008, 15:41 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kepergian Awaludin dengan cara yang begitu tragis, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Keluarga korban meminta agar pelaku dikenakan hukuman mati.

 

 

Keluarga korban kepada AKP Wayan Sinaryasa, Kasat Reskrim Polres Jembrana meminta agar pelaku dihukum mati. "Hutang nyawa dibayar nyawa, dia sudah membunuh anak kami dengan keji," kata paman korban, Kamis (6/11).

Pihak keluarga minta agar jenazah korban bisa segera diserahkan kepada keluarganya agar bisa segera dimakamkan. "Kasihan anak saya. Keluarga kami sudah menunggu kedatangan jenazah anak saya," kata ibu korban yang didampingi suaminya H. Baijuri sambil terisak. Ibu korban juga meminta agar jenazah anaknya tidak usah diotopsi karena akan memperlambat proses penguburan anaknya. "Kami mohon agar bisa secepatnya dipulangkan," harapnya.

Sinaryasa dan KBO Reskrim, Iptu Eko Kurniawan berusaha menenangkan keluarga korban denga menjelaskan bahwa otopsi perlu dilakukan untuk memperkuat pembuktian karena ini menyangkut proses hukum. "Kami sudah berusaha agar proses otopsi bisa dipercepat dengan menghubungi dokternya. Kami berusaha agar hari ini bisa dilaksanakan sehingga bisa segera dikuburkan," kata Sinaryasa.

Mendengar penjelasan tersebut, pihak keluarga korban hanya bisa pasrah. "Kami bisa mengerti proses hukum yang harus dilakukan. Daripada nanti setelah dikubur harus digali lagi, kami akan menunggu," kata salah seorang keluarga korban.

 

 

Sementara itu, Eka Sabhara, ipar korban mengatakan selama ini korban adalah seorang yang pendiam bahkan dikenal selalu menghindar kepada wanita. "Dia kan sudah berumur tapi belum menikah sehingga pihak keluarga sudah berusaha menjodohkannya dengan seseorang namun belum berhasil. Mungkin karena belum berjodoh. Jadi kami tidak percaya kalau dia dibunuh hanya gara-gara masalah perselingkuhan," katanya. Dirinya berharap agar penegak hukum menangani kasus ini dengan serius. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami