Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Buleleng Dihebohkan Isu Bahan Peledak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Jajaran Polres Buleleng semakin mengintensifkan pelaksanaan Operasi Gapura Agung 2008 pasca pelaksanaan eksekusi mati tiga pelaku Bom Bali. Di tengah pelaksanaan operasi, Buleleng dihebohkan dengan isu ditemukannya sejumlah bahan peledak di Buleleng Barat.
Dalam dua hari terakhir, masyarakat di Buleleng diresahkan dengan informasi adanya temuan sejumlah bahan peledak di sebuah Desa di Kecamatan Gerokgak. Bahkan hingga Selasa (11/11) informasi berkembang dengan adanya informasi ada warga Buleleng yang diamankan polisi.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa membantah adanya informasi temuan bahan peledak tersebut. Diduga, isu temuan sejumlah bahan peledak di Gerokgak sengaja dihembuskan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Informasi ini kemungkinan untuk mengacaukan keamanan di Buleleng yang telah terjaga secara kondusi.Info temuan bahan peledak di Gerokgak itu tidak benar, kita sudah melakukan pengecekan,†tegasnya.
Pasca pelaksanaan eksekusi mati terhadap tiga pelaku Bom Bali Amrozi cs, jajaran Polres Buleleng semakin mengintensifkan pelaksanaan operasi Gapura Agung dengan menyasar berbagai lokasi yang mencurigakan, termasuk kawasan pintu masuk ke Buleleng.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3886 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2842 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2041 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1992 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun