Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pekak Gantung Diri di Pohon Rambutan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Dusun Sanih, Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng dikejutkan dengan tewasnya seorang pekak (kakek) yang diketahui mengidap sakit jiwa. Kakek ini nekat bunuh diri dengan gantung diri pada pohon rambutan.
Diduga lantaran malu mengidap sakit jiwa, jalan pintas dengan cara gantung diri, nampaknya menjadi pilihan bagi Nengah Masna (85), warga Dusun Tingkih Kerep, Desa Jinengdalem. Aksi nekat itu dilakukan di Desa tetangganya di Dusun Sanih, Desa Penglatan.
Korban sudah ditemukan meninggal dunia tergantung pada pohon rambutan di kebun miliknya sendiri di Desa Penglatan. Saat diperiksa tidak ada tanda-tanda kekerasan, hanya luka jeratan tali pada leher,†ungkap Kapolsektif Kota Singaraja, AKP. Putu Juen, Minggu (16/11).
Korban Nengah Masna pertama kali ditemukan tewas tergantung oleh Gede Tantra (45) yang kerap melintas di kebun korban.
Aksi gantung diri yang dilakukan korban dengan mengunakan tali plastik warna hijau. Untuk sementara diperkirakan korban gantung diri akibat mengalami sakit jiwa papar Juen.
Setelah mendapat penangganan pemeriksaa dari polisi dan pemerikaan secara medis dari Puskesmas Buleleng, jenasah Nengah Masna langsung diserahkan kepada pihak keluarganya.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun