Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Pengerajin Gedeg Keluhkan Tingginya Harga Bambu
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beberapa pengerajin gedeg mengeluhkan semakin mahalnya bahan baku bambu. Dampaknya banyak pengerajin gedeg yang kelimpungan.
Sekarang ini harga bambu sangat mahal, sedangkan harga jual gedeg masih tetap,“ ujar Putu Gede Ardianta salah seorang pengerajin gedeg asal Dusun Linjong, Susut Bangli.
Gede Ardianta mengungkapkan, kenaikan bahan baku bambu sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu, dimana sebelumnya harga bambu Rp 500-600 ribu / truck, sedangkan untuk saat ini harga bambu mencapai Rp 800 ribu / trucknya.
Lebih lanjut, pria berbadan tambun itu menyampaikan untuk masalah harga gedeg kenaikanya belum sebanding dengan kenaikan harga bahan baku . Untuk gedeg biasa dengan panjang 16 meter laku dijual Rp 200-250 ribu , sedangkan untuk gedeg halus laku dijual Rp 30.000/meter.
Bicara masalah keuntungan memang sangat tipis, tapi apa boleh diperbuat kerajinan ini hanyalah satu-satunya keahlian yang dimilikinya,“ ujarnya polos.
Sementara ketika disinggung masalah pangsa pasar? Dia mengatakan untuk saat ini masih mengandalkan pasar lokal, dimana biasanya para pengepul gedeg langsung mendatanginya, dan selajutnya gedeg baru dipasarkan.
Kami juga terbentur modal usaha, biasanya para pengepul yang memberikan modal awal, sehingga otomatis kami tidak bisa menjual ke pada orang lain, jelasnya.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1489 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1247 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 698 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 583 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 554 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung