Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Pengerajin Gedeg Keluhkan Tingginya Harga Bambu
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beberapa pengerajin gedeg mengeluhkan semakin mahalnya bahan baku bambu. Dampaknya banyak pengerajin gedeg yang kelimpungan.
Sekarang ini harga bambu sangat mahal, sedangkan harga jual gedeg masih tetap,“ ujar Putu Gede Ardianta salah seorang pengerajin gedeg asal Dusun Linjong, Susut Bangli.
Gede Ardianta mengungkapkan, kenaikan bahan baku bambu sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu, dimana sebelumnya harga bambu Rp 500-600 ribu / truck, sedangkan untuk saat ini harga bambu mencapai Rp 800 ribu / trucknya.
Lebih lanjut, pria berbadan tambun itu menyampaikan untuk masalah harga gedeg kenaikanya belum sebanding dengan kenaikan harga bahan baku . Untuk gedeg biasa dengan panjang 16 meter laku dijual Rp 200-250 ribu , sedangkan untuk gedeg halus laku dijual Rp 30.000/meter.
Bicara masalah keuntungan memang sangat tipis, tapi apa boleh diperbuat kerajinan ini hanyalah satu-satunya keahlian yang dimilikinya,“ ujarnya polos.
Sementara ketika disinggung masalah pangsa pasar? Dia mengatakan untuk saat ini masih mengandalkan pasar lokal, dimana biasanya para pengepul gedeg langsung mendatanginya, dan selajutnya gedeg baru dipasarkan.
Kami juga terbentur modal usaha, biasanya para pengepul yang memberikan modal awal, sehingga otomatis kami tidak bisa menjual ke pada orang lain, jelasnya.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4573 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2376 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2033 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun