Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Pengerajin Gedeg Keluhkan Tingginya Harga Bambu
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beberapa pengerajin gedeg mengeluhkan semakin mahalnya bahan baku bambu. Dampaknya banyak pengerajin gedeg yang kelimpungan.
Sekarang ini harga bambu sangat mahal, sedangkan harga jual gedeg masih tetap,“ ujar Putu Gede Ardianta salah seorang pengerajin gedeg asal Dusun Linjong, Susut Bangli.
Gede Ardianta mengungkapkan, kenaikan bahan baku bambu sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu, dimana sebelumnya harga bambu Rp 500-600 ribu / truck, sedangkan untuk saat ini harga bambu mencapai Rp 800 ribu / trucknya.
Lebih lanjut, pria berbadan tambun itu menyampaikan untuk masalah harga gedeg kenaikanya belum sebanding dengan kenaikan harga bahan baku . Untuk gedeg biasa dengan panjang 16 meter laku dijual Rp 200-250 ribu , sedangkan untuk gedeg halus laku dijual Rp 30.000/meter.
Bicara masalah keuntungan memang sangat tipis, tapi apa boleh diperbuat kerajinan ini hanyalah satu-satunya keahlian yang dimilikinya,“ ujarnya polos.
Sementara ketika disinggung masalah pangsa pasar? Dia mengatakan untuk saat ini masih mengandalkan pasar lokal, dimana biasanya para pengepul gedeg langsung mendatanginya, dan selajutnya gedeg baru dipasarkan.
Kami juga terbentur modal usaha, biasanya para pengepul yang memberikan modal awal, sehingga otomatis kami tidak bisa menjual ke pada orang lain, jelasnya.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2805 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1084 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 477 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 392 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun