Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Diabetes Menahun, Putra Tewas Gantung diri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran penyakit diabetesnya tak kunjung sembuh, I Gede Putra (58) warga Dusun Warna Sari, Melaya nekad menghabisi nyawanya dengan menggantung diri di tiang kamar tamu rumahnya, Jumat (28/11).
Informasi di TKP, sebelum nekad menghabisi dirinya, Putra tidak menunjukkan gelagat yang aneh meskipun sering mengeluh kalau penyakit diabetesnya tidak kunjung sembuh. Ni Ketut Winasi (53), istri korban, mengungkapkan setelah makan malam ayah dua anak ini tidur bersamanya, namun ketika terbangun dirinya tidak mendapatkan suaminya disampingnya.
"Saya pikir suami saya sudah bangun duluan. Ternyata saat saya menengok ke ruang tamu, saya kaget melihat suami saya telah tergantung di tiang rumah dan sudah tidak bergerak lagi,"ujar Winasi. Spontan melihat kejadian tersebut, Winasi berteriak minta tolong sehingga tetangganya kaget dan berhamburan menuju rumah Putra.
Beberapa saat kemudian anggota Polsek Melaya bersama dokter Puskesmas Melaya tiba untuk melakukan olah TKP dan menurunkan mayat Putra. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan dokter, di tubuh Putra tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan, sehingga sementara disimpulkan penyebab kematiannya murni karena gantung diri.
"Tidak ada bekas kekerasan di tubuhnya. Kita bisa simpulkan tewasnya Putra murni gantung diri berdasarkan ciri-ciri seperti ada bekas jeratan dileher, lidah menjulur keluar, dari kemaluanya keluar air mani dan dari anusnya keluar kotoran, "jelas Kapolsek Melaya AKP I Nengah Mandi seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan