Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Menonton Aksi Band Tuna Netra Komang Apel cs
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Cacat fisik tak membuat sekelompok pemuda di Denpasar Bali putus asa dalam menjalani kehidupan. Dengan memadukan hobi, kemampuan olah vokal dan bermusik, 4 pemuda penyandang cacat tuna netra membentuk sebuah kelompok band dan ngamen di beberapa tempat di Bali.
Sabtu Sore pekan lalu, warung bakso Ayu Minantri di Renon Denpasar tampak semarak. Alunan lagu kelompok band ST 12 berjudul Puspa, tampak mengalun merdu diiringi musik organ tunggal.
Pembawa lagu ini bukan kelompok band ternama di Bali. Lagu ini dibawakan kelompok Band khusus penyandang tuna netra (buta). Band ini diberi nama kelompok band Musikalitas Penyandang Cacat Denpasar.
Selain lagu ST 12 berirama pop rock, kelompok ini juga bisa menyanyikan lagu genre lainnya seperti dangdut, balada, hingga rock klasik.
Salah satu personil band ini, Orson Wijaya, misalnya, sanggup melantunkan lagu berjudul Sri Minggat karya penyanyi Didi Kempot dengan penampilan yang menghibur.
Penampilan Orson dan Kelompok band tunanetra ini sanggup menghibur para pengunjung yang sedang menyantap bakso di warung ini.
Bagus sekali ya, amat menghibur, yang normal aja belum tentu bisa main seperti ini, kata Oktavina, salah satu pengunjung warung bakso.
Kelompok band musikalitas penyandang cacat yang terbentuk 5 tahun lalu ini beranggotakan Komang Apel pada organ tunggal serta 4 orang vokalis yakni Orson Wijaya, Agus Diana Putra, Bobby, dan Gusde.Di warung bakso ini, merka ngamen hanya pada hari Sabtu dan Minggu Saja.
Kalau ngamennya setiap hari, kita takut orang nanti jadi bosan. Jadinya ya cukup Sabtu dan Minggu saja,kata Komang Apel.
Dari hasil ngamen ini kita bisa menghidupi keluarga masing- masing dan juga bisa beli sound dan keyboard meskipun dengan mencicil, kata Bobby.
Selain ngamen di warung bakso, Kelompok Band tunanetra ini juga tampil di acara perkawinan, acara kantor, dan berbagai acara lainnya. Sekali tampil, mereka dibayar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.Pokoknya kita akan terus ngamen selagi kita masih bisa menjalaninya, ujar Apel semangat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun