Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menonton Aksi Band Tuna Netra Komang Apel cs

Senin, 8 Desember 2008, 11:39 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Cacat fisik tak membuat sekelompok pemuda di Denpasar Bali putus asa dalam menjalani kehidupan. Dengan memadukan hobi, kemampuan olah vokal dan bermusik, 4 pemuda penyandang cacat tuna netra membentuk sebuah kelompok band dan ngamen di beberapa tempat di Bali.

Sabtu Sore pekan lalu, warung bakso Ayu Minantri di Renon Denpasar tampak semarak. Alunan lagu kelompok band ST 12 berjudul Puspa, tampak mengalun merdu diiringi musik organ tunggal.

Pembawa lagu ini bukan kelompok band ternama di Bali. Lagu ini dibawakan kelompok Band khusus penyandang tuna netra (buta). Band ini diberi nama kelompok band Musikalitas Penyandang Cacat Denpasar.

Selain lagu ST 12 berirama pop rock, kelompok ini juga bisa menyanyikan lagu genre lainnya seperti dangdut, balada, hingga rock klasik.

Salah satu personil band ini, Orson Wijaya, misalnya, sanggup melantunkan lagu berjudul Sri Minggat karya penyanyi Didi Kempot dengan penampilan yang menghibur.

Penampilan Orson dan Kelompok band tunanetra ini sanggup menghibur para pengunjung yang sedang menyantap bakso di warung ini.

Bagus sekali ya, amat menghibur, yang normal aja belum tentu bisa main seperti ini, kata Oktavina, salah satu pengunjung warung bakso.

Kelompok band musikalitas penyandang cacat yang terbentuk 5 tahun lalu ini beranggotakan Komang Apel pada organ tunggal serta 4 orang vokalis yakni Orson Wijaya, Agus Diana Putra, Bobby, dan Gusde.Di warung bakso ini, merka ngamen hanya pada hari Sabtu dan Minggu Saja.

Kalau ngamennya setiap hari, kita takut orang nanti jadi bosan. Jadinya ya cukup Sabtu dan Minggu saja,kata Komang Apel.

Dari hasil ngamen ini kita bisa menghidupi keluarga masing- masing dan juga bisa beli sound dan keyboard meskipun dengan mencicil, kata Bobby.

Selain ngamen di warung bakso, Kelompok Band tunanetra ini juga tampil di acara perkawinan, acara kantor, dan berbagai acara lainnya. Sekali tampil, mereka dibayar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.Pokoknya kita akan terus ngamen selagi kita masih bisa menjalaninya, ujar Apel semangat. 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami