Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Menonton Aksi Band Tuna Netra Komang Apel cs
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Cacat fisik tak membuat sekelompok pemuda di Denpasar Bali putus asa dalam menjalani kehidupan. Dengan memadukan hobi, kemampuan olah vokal dan bermusik, 4 pemuda penyandang cacat tuna netra membentuk sebuah kelompok band dan ngamen di beberapa tempat di Bali.
Sabtu Sore pekan lalu, warung bakso Ayu Minantri di Renon Denpasar tampak semarak. Alunan lagu kelompok band ST 12 berjudul Puspa, tampak mengalun merdu diiringi musik organ tunggal.
Pembawa lagu ini bukan kelompok band ternama di Bali. Lagu ini dibawakan kelompok Band khusus penyandang tuna netra (buta). Band ini diberi nama kelompok band Musikalitas Penyandang Cacat Denpasar.
Selain lagu ST 12 berirama pop rock, kelompok ini juga bisa menyanyikan lagu genre lainnya seperti dangdut, balada, hingga rock klasik.
Salah satu personil band ini, Orson Wijaya, misalnya, sanggup melantunkan lagu berjudul Sri Minggat karya penyanyi Didi Kempot dengan penampilan yang menghibur.
Penampilan Orson dan Kelompok band tunanetra ini sanggup menghibur para pengunjung yang sedang menyantap bakso di warung ini.
Bagus sekali ya, amat menghibur, yang normal aja belum tentu bisa main seperti ini, kata Oktavina, salah satu pengunjung warung bakso.
Kelompok band musikalitas penyandang cacat yang terbentuk 5 tahun lalu ini beranggotakan Komang Apel pada organ tunggal serta 4 orang vokalis yakni Orson Wijaya, Agus Diana Putra, Bobby, dan Gusde.Di warung bakso ini, merka ngamen hanya pada hari Sabtu dan Minggu Saja.
Kalau ngamennya setiap hari, kita takut orang nanti jadi bosan. Jadinya ya cukup Sabtu dan Minggu saja,kata Komang Apel.
Dari hasil ngamen ini kita bisa menghidupi keluarga masing- masing dan juga bisa beli sound dan keyboard meskipun dengan mencicil, kata Bobby.
Selain ngamen di warung bakso, Kelompok Band tunanetra ini juga tampil di acara perkawinan, acara kantor, dan berbagai acara lainnya. Sekali tampil, mereka dibayar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.Pokoknya kita akan terus ngamen selagi kita masih bisa menjalaninya, ujar Apel semangat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan