Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pemburu Koin di Pelabuhan Gilimanuk Panen Rejeki
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Padatnya arus penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah bagi belasan tukang selam pemburu koin yang mangkal di pelabuhan Gilimanuk. Mereka mengaku penghasilannya meningkat dari hari-hari biasanya.
Pantuan di lapangan, Minggu (4/1), tukang selam koin yang rata- rata berumur belasan tahun sejak pagi sudah mangkal di 3 dermaga kapal penumpang. Mereka rela berendam berlama-lama di laut sambil berterik- teriak agar penumpang kapal berbaik hati melempar uang receh pecahan 100, 500 dan 1000. Untuk mendapat hasil maksimal, mereka rela mempertontonkan aksi berbahaya dengan melompat dari atas kapal sambil jungkir balik demi untuk memikat penumpang kapal agar bersedia melemparkan uang receh kepadanya.
Begitu uang receh itu dilempar oleh penumpang kapal, tukang selam koin ini langsung berebutan menyelam tanpa alat bantu pernafasan. Begitu uag receh tersebut berhasil ditangkap, mereka menunjukkannya kepada penumpang kapal lalu menyimpannya di mulut mereka."Saat penumpang ramai seperti ini, penghasilan kami lumayan bertambah," ujar Ahmad, salah sorang penyelam koin.
Menurutnya, dalam sehari masing-masing tukang selam koin ini bisa mendapatkan uang antara Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu. "Kalau hari-hari biasa paling-paling lima ribu sampai sepuluh ribu saja," ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun