Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perbaiki Got, Ketemu Tulang Manusia

Negara

Rabu, 21 Januari 2009, 15:54 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

penemuan sebuah peti batu jembranaWarga Dusun Panca Seming, Batuagung, Jembrana geger saat Pan Widia (60), warga setempat menemukan sebuah peti batu ukuran 40x40 cm berisi tulang manusia yang telah bercampur lumpur saat dia memperbaiki got di pinggir jalan depan rumahnya. Sesaat kemudian di tempat yang sama, Wayan Murdika (40), yang juga warga setempat, menemukan cincin emas, dan lempengan perak yang menyerupai tapal gigi.

Menurut Widia, penemuan ini berawal dari dirinya bersama beberapa rekannya sedang memperbaiki got yang tersumbat oleh longsoran tanah dan sampah dengan menggunakan cangkul. "Tiba-tiba cangkul yang digunakan membersihkan got mengenai bongkahan batu. Setelah diperiksa ternyata dari bongkahan batu yang terkena cangkul terdapat tulang manusia,"terangnya, Rabu (21/1).

Melihat penemuan tersebut, Widia kaget seraya berteriak memanggil rekan-rekannya yang diajaknya memperbaiki saluran got. Mendengar teriakan Widia, Murdika mendekatinya dan membantu Widia mengumpulkan pecahan peti batu dan tulang yang berserakan dengan kantung plastik yang dibawanya.

"Saat itulah saya menemukan sebuah cincin yang masih melekat di tulang jari yang sudah mulai hancur dan sebuah lempengan perak," ujar Murdika. Setelah ditelisik, ternyata peti batu terdiri dari induk peti dan tutupnya. Namun, tutup peti tersebut sudah pecah sedangkan induknya masih tertanam di tanah. Lalu oleh warga, pecahan peti batu dan tulang-tulang yang berserakan dikumpulkan di tempat sisa peti batu yang masih tertanam. Oleh warga, penemuna tersebut dilaporkan ke rumah Kelian Dusun Panca Seming yang kemudian diteruskan ke pihak Desa Batuagung dan Babinkamtimas. 


Kontan penemuan tersebut menggegerkan warga Panca Seming. Mereka berbondong-bondong ke lokasi untuk menyaksikan penemuan langka tersebut. Sampai saat berita ini dionlinekan, penemuan tersebut masih dibiarkan tergeletak begitu saja dan belum mendapat penanganan dari petugas yang berwenang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami