Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kompor Belum Dapat, Warga Bayar Administrasi
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Program pemerintah pusat untuk mengkonversikan minyak tanah ke gas dengan membagikan kompor gas beserta tabungnya secara gratis, rupanya disalahgunakan oleh sejumlah oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi. Kendatipun hingga saat ini seluruh warga Jembrana belum menerima kompor tersebut namun sejumlah warga mengaku telah dipungut biaya untuk pengurusannya.
Salah seorang warga Ketapang Muara, Pengambengan, Negara mengeluhkan hal tersebut. Dia mempertanyakan adanya pungutan yang dilakukan oleh oknum kepala dusun tersebut yang rata-rata besarannya mencapai Rp. 5 ribu per penerima kompor. "Ada juga yang dimintai tiga ribu. Alasannya macam-macam untuk biaya administrasi dan lain-lainnya," kata seorang warga yang menolak menyebutkan namanya, Kamis (5/2).
Warga tersebut merasa kebingunan lantaran sepanjang pengetahuannya program konversi minyak tanah ke gas ini sifatnya gratis. "Kalau saya lihat iklannya, program ini katanya gratis. Apakah pungutan ini sudah sesuai prosedur dari pusat?" katanya. Selain itu, oknum tersebut juga menjanjikan kalau setelah membayar, kompor tersebut akan segera diterima.
"Apanya yang diterima, sampai sekarang saya belum terima kompor dan gasnya," tandasnya. Kasus yang sama terjadi pula pada warga di Lingkungan Ketugtug, Loloan Timur, Jembrana. Sejumlah warga mengaku dipungut biaya dengan besaran sekitar Rp. 15 ribu.
Kepala Dusun Ketapang Muara, Jamal Asik, Kamis (5/2) mengakui kalau pihaknya melakukan pungutan kepada warganya terhadap program ini. Menurutnya, pungutan tersebut merupakan pungutan sukareka yang peruntukannya selain untuk biaya administrasi, sisanya akan dipakai untuk untuk membangun kembali pagar alas yang roboh sepanjang 20 meter di sebuah gang pada RT 4 Ketapang Muara. "Pungutan ini merupakan kesepakatan bersama namun tidak semua dipungut. Saya hanya mengkoordinasikan 500 KK, " katanya.
Kadis Perindagkop Jembrana, I Made Sudantra ketika dihubungi, Kamis (5/2) mengatakan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk menindaklanjuti adanya pungutan tersebut. "Kami sudah mewanti-wanti kepada seluruh camat dan perangkat desa agar jangan sampai ada pemungutan biaya dalam program konversi minyak tanah ini karena sifatnya gratis dan blangkonyapun sudah disiapkan," katanya.
Menurut Sudantra, dalam program konversi ini, Jembrana akan digelontor 72 ribu set kompor gas untuk 72 ribu KK dari 74 ribu KK yang diverifikasi. "Hasil verifikasinya sudah diserahkan ke PT Pos dan BP Migas untuk pendistribusiannya. Mungkin paling lambat Maret sudah ada pendistribusian," jelasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun