Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sosialisasi Pemilu di Bangli Gunakan Dana Swadaya Masyarakat
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Keterlambatan pencairan dana pelaksanaan pemilu legislative
menyebabkan Komisi pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli Bali melaksanakan sosialisasi pemilu dengan dana swadaya masyarakat. Langkah ini sebagai upaya mengantisipasi keterlambatan sosialisasi ditingkat masyarakat.
Ketua KPUD Bangli Agung Lindartawan ketika ditemui beritabali.com di Renon (5/2) menyatakan kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Bupati Bangli.
Padahal sebelumnya KPUD Bangli telah mengalokasikan
dana sosialisasi sekitar Rp.100 juta. Namun dana tersebut belum turun. Lindartawan berjanji jika dana tersebut cair akan mengganti dana swadaya dari masyarakat.
“Pada saatnya dana sudah cair, karena di Bangli 72 desa dan anggaran kami juga terbatas, kami akan membagi beberapa ratus ribu rupiah kepada mereka untuk mengganti dana mereka yang kita pakai” kata Agung Lindartawan.
Berdasarkan data KPUD Bangli di Kabupaten Bangli saat ini terdapat 28 partai politik dengan 280 calon legislative yang akan memperebutkan 33 kursi di DPRD Bangli. Sementara jumlah pemilih di Kabupaten Bangli mencapai sekitar 160.000 pemilih.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2409 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun