Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tebing di Kilometer 20 Ambrol
Gitgit
BERITABALI.COM, BULELENG.
Musibah tanah longsor, Jumat (6/2) sore kembali terjadi di lintasan Jalan Singaraja Pancasari. Tebing tanah pada kilometer 20 di Desa Gitgit ambrol dan memenuhi ruas jalan.
Musibah tanah longsor yang menimpa lintasan jalan Singaraja Pancasari tersebut tidak urung membuat kalang kabut jajaran Muspika Sukasada. Bahkan Camat Sukasada, Ketut Susila bersama Kapolsektif Sukasada, AKP. Nyoman Sudirga langsung mendatangi lokasi musibah.
“Hanya setengah ruas jalan yang kembali tertimpa lonngsor sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan kita sudah kerahkan personil untuk mengatur lalu lintas termasuk membersihkan jalan bersama warga,” ungkap Kapolsektif Sudirga.
Kondisi timbunan tanah yang disebabkan gerusan air hujan hingga membuat tanah di pinggiran ambrol dengan cepat dapat dikuasai mengunakan alat ringan.
” Ini kita upayakan untuk membersihkannya, apalagi disertai hujan deras, tentunya kita mudah memindahkan timbunan dan lumpur yang ada,” ujar Camat Susila.
Sementara, kondisi arus lalu lintas hingga Jumat sore sudah berjalan dengan normal, walaupun sejumlah kendaraan yang melintas harus memanfaatkan setengah ruas jalan untuk melintas menuju ke Singaraja maupun Denpasar.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun