Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Walhi Nilai DPRD Kota Denpasar Hanya Kejar Tayang
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) merekomendasikan kepada DPRD Kota Denpasar untuk menunda pengesahan revisi Perda Tata Ruang Wilayah. Walhi berharap pengesahan revisi tata ruang wilayah Kota Denpasar menunggu pengesahan Perda Tata Ruang Wilayah Propinsi Bali.
Direktur Walhi Bali Agung Wardhana ketika ditemui beritabali.com di Renon (13/2) menyatakan jika DPRD Kota Denpasar tetap ngotot mengesahkan Perda tersebut maka dapat dipastikan Perda Tata ruang kota Denpasar akan tumpang tindih dengan Perda tata ruang Propinsi Bali. Agung Wardhana mengatakan kondisi ini hanya akan menunjukkan DPRD Kota Denpasar hanya kejar tayang. Selain itu Perda tata Ruang Denpasar juga akan menjadi mubasir.
“Akan menjadi mubazir dan ini hanya akan menghabiskan anggaran. Nantinya pasti ada penyesuaian antara propinsi dan kabupaten/kota. Ini menunjukkan DPRD Kota hanya kejar tayang seperti sinetron,†kata Agung Wardhana.
Sebelumnya DPRD Kota Denpasar tetap ngotot untuk mengesahkan Perda Tata Ruang Kota Denpasar sebelum 9 April mendatang. DPRD Kota Denpasar beralasan upaya ini guna mengantisipasi kekosongan aturan dan meminimalisasi pelanggaran tata ruang di Kota Denpasar.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan