Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Lurah Ubud Gantung Diri di Ruang Komputer
Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gantung DiriDiduga mengalami depresi berat, Lurah Ubud, I Made Wartana (31), nekat mengakhiri hidup dengan gantung di Kantor Lurah setempat. Wartana asal Sara Seda, Tampaksiring, ditemukan sudah menjadi mayat tergantung di ruang komputer.
Berdasarkan keterangan di TKP, sebelum ditemukan tewas, korban meminta ijin kepada sang istri, Ning Santi Sri (31) untuk melantik Klian Banjar Tegal Kaja Mekar Sari Kelod, Padangtegal, Ubud.
Ditunggu dalam acara pelantikan, sang lurah tak malah muncul-muncul. Istrinya kemudian menelpon, namun telponnya juga tak diangkat.
Santi Sri kemudian mendatangi suami ke kantor Lurah. Alangkah terkejut dirinya begitu membuka pintu ruang komputer, sang suami sudah tergantung di langit-langit ruangan.
Saat ditemukan, leher pak lurah terikat tali plastik dengan lidah
menjulur.
Di papan tulis yang ada di ruangan, pak lurah meninggalkan pesan bertuliskan “lomba desa sialan, maafkan istriku”.
Terkait kejadian ini, Santi Sri langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Ubud.
Kapolsek Ubud,AKP Dewa Putra membenarkan kejadian ini. “ Kami masih menyelidiki lebih jauh motif gantung diri ini, “ katanya.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2944 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun