Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga Tejakula Siapkan Dua Pilihan
Tejakula
BERITABALI.COM, BULELENG.
longsorDesa Tejakula di Kecamatan Tejakula yang kerap menjadi langganan musibah longsor akibat ucur, warga setempat melalui Aparat Desa Tejakula telah menyiapkan dua pilihan sebagai langkah antisipasi.
Fenomena alam sebagai penyebab musibah longsor yang menimpa warga Desa Tejakula sejak tahun 1969 mulai disikapi warga setempat dengan serius, bahkan kedepan sebagai pola antisipasi musibah tersebut, warga melalui aparat desa-nya telah menyiapkan dua pilihan, namun demikian, pola yang akan diterapkan tersebut masih terganjal dengan biaya yang sangat besar.
”langkah pertama dengan biaya yang ditekan sekecil mungkin dilakukan dengan menanam sejumlah pohon Kemiri dan Beringin yang diyakini mampu menghadang laju longsor dari atas bukit, kita intruksikan kepada warga untuk menanam pohon itu sepanjang kaki bukit, lima belas ribu bibit sudah kita pesan,” ungkap Prebekel Desa Tejakula, I Ketut Suardana, senin (16/2) disela-sela memantau pelaksanaan rehabilitasi saluran pipa air minum.
Pola kedua yang dilakukan dengan biaya cukup besar melalui tekhnologi tinggi dengan memanfaatkan sinar laser yang mampu memecah mendung ataupun gumpalan air ucur.
”Memang biayanya sangat besar seperti di denpasar bila mendung ditembakan, akan bisa memecah gumpalan ucur sehingga tidak menghantam bukit dan menyebabkan longsor, namun ini memerlukan biaya yang besar, desa kami tidak memiliki dana untuk itu, mungkin dari Kabupaten atau Propinsi bisa membantu,” papar Suardana.
Sebelumnya, Desa Tejakula yang memiliki tujuh dusun di Kecamatan Tejakula kerap tertimpa musibah tanah longsor akibat ucur. Pada tahun 1969, ucur yang menghantam perbukitan tejakula menelan korban 32 warga setempat, tewas terseret dan tertimbun tanah longsor, tahun 1972 musibah longsor akibat ucur kembali menimpa warga, demikian juga pada tahun 2002 yang meminta dua korban jiwa dan yang terakhir terjadi awal bulan Pebruari ini yang mengakibatkan kerugian material milyaran rupiah.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2035 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun