Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Jembrana Positif AI, 52 Ayam Mati
Banyubiru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
flu burungWarga Dusun Banyubiru, Banyubiru, Negara dikejutkan dengan
matinya 52 ayam milik 5 kepala keluarga (KK) selama 4 hari berturut-turut. Keterkejutan tersebut berubah menjadi kekhawatiran lantaran setelah dilakukan rapid test, ternyata hasilnya positif mengidap virus avian influenza (AI).
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Perkutut), I GN Sandjaja ketika dikonfirmasi, Kamis (19/2) mengatakan pihaknya menerima laporan kematian unggas tersebut pada pukul 10.15. "Kami langsung turun ke lokasi," tandasnya.
Menurut Sandjaja, sejatinya jumlah unggas yang dimiliki oleh 5 KK tersebut sebanyak 102 ekor, termasuk 8 diantaranya telah dijual kepada koleganya dari dusun tetangganya.
"Kami segera melakukan tindakan cepat dengan melakukan rapid test terhadap unggas-unggas tersebut dan hasilnya positif mengidap AI," terangnya. Pihaknya juga melakukan pelacakan terhadap 8 unggas yang telah dijual sebelumnya.
"Ternyata dari delapan unggas yang dijual tersebut, dua diantaranya ditemukan mati. Sedangkan enam sisanya masih kami lacak karena keburu dijual ke pasar oleh pembelinya," katanya.
Sandjaja juga telah mengambil material sampel untuk menentukan jenis virus AI-nya.
"Apakah virusnya H5N1 atau lainnya. Setelah tahu jenis virusnya, baru akan didrop vaksinnya," jelasnya.
Sandjaja juga mengaku telah mengadakan pemusnahan unggas-unggas tersebut secara bertahap dan melakukan penyemprotan (spraying). Untuk pemusnahan hari ini, baru dilakukan terhadap ayam-ayam milik Sutarmen yang berhasil ditangkap. Sedangkan ayam yang belum tertangkap lainnya akan dilakukan Jumat (20/2) besok.
"Pemusnahan kita lakukan bertahap karena ayam itu dilepas, pemiliknya sudah kita minta agar menangkap dan mengurung ayamnya ditempat yang aman, besok kita akan musnahkan,"jelasnya.
Terkait dengan upaya meluasnya penyebaran virus ini, Sandjaja mengaku akan mengintensifkan pengawasan melalui kerja sama dengan pihak desa maupun petugas lainnya.
"Sedangkan untuk pengawasan lalu lintas unggas dalam waktu dekat kami akan duduk bersama dengan berbagai instansi terkait untuk mengintensifkan pengawasan terutama pada jalan-jalan tikus yang memungkinkan masuknya unggas yang terinfeksi virus AI," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang