Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Kembali Musnahkan 50 Unggas
Banyubiru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
flu burungGuna mencegah menyebarnya virus flu burung alias avian influenza (AI), petugas kembali memusnahkan 50 ekor unggas dari berbagai jenis milik 7 kepala keluarga (KK) di Dusun Banyubiru, Desa Banyubiru, Negara, Sabtu (21/2).
Pantauan di lokasi kejadian, Sabtu (21/2), pemusnahan unggas ini dilakukan menyusul ditemukannya unggas-unggas yang positif terkena virus AI. Sejumlah petugas penanganan flu burung Kecamatan Negara dan kader penanganan flu burung Desa Banyubiru turun tangan dengan memusnahkan puluhan unggas tersebut.
Untuk menangkap unggas-unggas tersebut, petugas menembakinya dengan senapan angin. Setelah itu, unggas-unggas tersebut dibakar dalam sebuah lubang yang selanjutnya ditanam setelah apinya mati.
Camat Negara, Ni Wayan Koriani, ketika dikonfirmasi beritabali.com Sabtu (21/2) membenarkan adanya pemusnahan unggas milik 7 KK di wilayah Dusun Bayubiru lantaran sudah positif flu burung. "Tadi kita telah berhasil memusnahkan sekitar 50 unggas dari berbagai jenis karena terindikasi positif flu burung," ujarnya.
Koriani juga masih mengisolasi Desa Banyubiru dari lalu lintas keluar masuk unggas. "Kita tetap melakukan pengawasan terhadap perkembangan virus flu burung," pungkasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1853 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun