Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Walhi : Proyek Tambal Sulam dan Mubazir
Kesiman
BERITABALI.COM, DENPASAR.
abrasiWahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) merekomendasikan pemerintah Kabupaten Badung Bali untuk membatalkan rencana proyek penyelamatan Pantai Kuta dari abrasi dengan cara pengisian pasir.
Proyek penyelamatan pantai Kuta yang sebelumnya menggunakan pasir yang diambil dari Pantai Geger Jimbaran tidak memberikan dampak positif.
Terbukti belum satu tahun proyek selesai, Pantai Kuta kembali mengalami abrasi. Direktur Walhi Bali Agung Wardhana ketika ditemui beritabali.com di Kesiman (15/3) menilai proyek penyelamatan pantai Kuta hanya proyek tambal sulam.
Agung Wardhana menegaskan proyek penyelamatan pantai dengan pengisian pasir merupakan proyek mubazir.
“Penataan Pantai Kuta dengan cara pengambilan pasir dari pantai yang lain, kita bisa katakana itu mubazir, seharusnya Pemerintah Badung mencari pola atau inovasi baru dalam rangka menyelamatkan pantai” jelas aktivis lingkungan Bali ini.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Badung melakukan penyelamatan pantai Kuta dengan mengambil sekitar 600.000 meter kubik pasir di Pantai Geger Jimbaran.
Akibat abrasi Pemerintah Kabupaten Badung kini kembali merencanakan untuk melakukan proyek penyelamatan Pantai Kuta.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2961 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2022 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun