Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Terancam Pasal Berlapis, Pembunuhan Pasutri Direncanakan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
pembunuhanPasca dilakukannya proses pemeriksaan terhadap para tersangka Andreas Bambang Sugiarto (45) dan anaknya, Paulus Sugiarto (18) serta tersangka yang meninggal Nyoman Suryantana alias Macun (55). Kuat dugaan pembunuhan terhadap pasangan suami istri Yosep Indrawan (40) dan Maria Meywati (37) telah direncanakan sebelumnya, hal itu terlihat dari aksi pembunuhan yang terlihat sangat rapi.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Gde Sugianyar mengatakan, pasca dilakukannya pemeriksaan terhadap para tersangka, pihaknya menduga kalau kasus pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya. ”Hal itu dapat dilihat dari rapinya mereka malakukan aksinya,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (22/3). Selain itu indikasi lainnya juga dapat terlihat dari rencana mereka untuk mencari mangsa kemudian menguasai mobil milik korban.
“Bahkan sampai akan dilaksanakannya eksekusi terhadap korban,” imbuhnya, hal itu kata dia seperti sudah direncanakan sebelumnya. Namun demikian pihaknya juga masih melakuakan sejumlah penyidikan terhadap para tersangka yang sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan.
Dengan demikian, kedua tersangka yang saat ini meringkuk di Sel Tahanan Polda Bali, yakni Andreas dan anaknya Paulus bakal terancam dengan pasal berlapis. ”Kalau dilihat aksi yang dilakukan, setidaknya pasal yang disangkakan berlapis,” paparnya. Pasal-pasal tersebut diantaranya soal penculikan, pembunuhan, serta perampasan kendaraan berupa mobil Suzuki Swift DK 1403 AI. “Tapi untuk lebih pastinya masih menunggu perkembangan pemeriksaan dari pihak penyidik,” bebernya.
Sementara soal hasil penyidikan terakhir, pihak kepolisian kembali meyita pisau yang ada bercak darahnya dari tempat Paulus, seorang mahasiswa semester IV Fakultas Kedokteran, ditempat kosnya Jalan Plawa Denpasar,ditempat tersebut ternyata paulus sudah 4 bulan menetap. “Pisau itu yang kita duga digunakan untuk menghabisi korban,” paparnya, tanpa menyebut lokasi pastinya kos tempat pelaku.
Selain pisau, polisi juga menyita mobil visto milik Paulus. Mobil tersebutlah yang digunakan oleh Paulus untuk membuang Jovani Olivia (6) di seputaran Pantai Jerman Kuta. Dalam pengakuannya, pelaku mengaku memberikan Olivia sebuah permen dan mainan agar anak tersebut tidak rewel saat dalam perjalanan dari Petang menuju Kuta dengan mobil Visto tersebut. Namun akhirnya, Olivia kembali ditemukan oleh seorang sopir taxi yang kebetulan sedang mangkal diseputaran tempat tersebut, dalam keadaan lusuh dengan bau kencignya serta kaki bekas jeratan.
Disinggung soal hasil pemeriksaan terhadap para penyidik, mantan Kapolresta Balikpapan ini menuturkan, pemeriksaan penyidik Reskrim oleh Dit. Propam itu bukan semata-mata yang menangani kasus tersebut bersalah. Namun, sebagai bentuk pertanggungjawaban soal apa sebenarnya penyebab kematian Suryantara.
“Pemeriksaan terhadap penyidik masih dilakukan,”paparnya. Sementara terkait dengan penyebab kematian Suyantara, namun dari hasil visumnya tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dalam tubuh Suryantara. “Tapi kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi, dan toksikologi (kadar racun dalam tubuh),” paparnya.
Karena hingga saat ini pemeriksaan tersebut masih belum keluar dari rumah Sakit Sanglah. “Kita masih menunggu hasil tes itu keluar,” paparnya. Sementara ditempat terpisah, jenazah Suyantara sudah diserahkan ke pihak keluarga pada Minggu siang sekitar pukul 11.30 Wita. Jenazah kemudian dibawa ke Canangsari Petang Badung. “Jenazah sudah kita serahkan, mereka sudah menerima dengan lapang dada,” pungkasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang