Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Penuh Dengan Nuansa Politis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Mencuatnya kasus dugaan korupsi mark up pembelian mesin pengolah sampah menjadi pupuk organik yang melibatkan Bupati Jembrana, I Gede Winasa, oleh sejumlah kalangan dinilai penuh dengan nuansa politis lantaran muncul menjelang dihelatnya Pemilu Legislatif (Pileg).
Dugaan ini muncul ketika kasus ini seolah-olah sengaja dimunculkan menjelang Pemilu dan terus dibeber oleh berbagai media massa. I Putu Kamawijaya, mantan anggota DPRD Jembrana, ketika ditemui beritabali.com Selasa (31/3) menilai kasus dugaan mark up pengadaan mesin pengolahan sampah menjadi pupuk kompos yang menyeret Winasa ini penuh dengan nuansa politis apalagi dimunculkan menjelang Pileg.
“Saya menilai kasus ini tidak semata-mata tindak pidana murni, namun sarat dengan muatan politis karena munculnya menjelang Pemilu,â€tandasnya. Menurut Kama, hal ini seperti pengulangan kejadian serupa yang juga dimunculkan detik-detik akhir menjelang Pemilu.
“Dulu menjelang Pemilu Pak Winasa juga dihantam dengan kejadian serupa. Setelah ditelisik ternyata nuansa politisnya lebih kentara dibandingkan dengan nuansa aslinya,†kata calon legislatif Partai Demokrat ini. Kama meminta agar seluruh masyarakat Jembrana tidak resah dengan mencuatnya kasus yang melibatkan orang nomor satu di Bumi Makepung karena semuanya masih belum jelas dan prosesnya masih
panjang.
Sementara Iskandar Alfan, salah satu anggota DPRD Jembrana ketika ditemui terpisah, Selasa (31/3) mengatakan sepengetahuannya Winasa adalah sosok yang kuat dalam menghadapi semua cobaan sehingga dirinya berkeyakinan kalau Winasa akan mampu menghadapi cobaan ini. â€Setahu saya Pak Winasa adalah orang yang kuat menghadapi cobaan sehingga saya yakin beliau akan mampu menjalankan tugas memimpin masyarakat Jembrana dengan baik kendatipun sekarang sedang dililit kasus seperti ini,†terangnya.
Menurut Iskandar, semua orang punya kesalahan, termasuk Winasa sekalipun yang sudah bergelar profesor. “Saya harapkan Pak Winasa tetap tenang menghadapinya. Jangan terpengaruh dengan pemberitaan di media sehingga membuat Pak Winasa menjadi lemah,†ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2802 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun